CT mengakui, kendala yang dialami oleh Sumbar memang sulit untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Alasannya karena petani dan masyarakat sebagai konsumen sama-sama merugi.
"Petani menjual hasil produksinya dengan harga rendah. Sementara konsumen dikenakan harga yang tinggi. Iya masyarakat tidak akan sejahtera," ujarnya di Hotel Grand Inna Muara, Padang, Jumat (29/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi naikkan harga jual petani dan turunkan harga di konsumen adalah cara yang baik. Untuk sejahterakan petani," ujarnya.
Mekanisme yang bisa dilakukan adalah dengan pemutusan mata rantai perdagangan. Karena terjadinya permasalahan tersebut, karena mata rantai yang panjang.
"Gubernur sudah fokus pada produksinya itu bagus. Sekarang saatnya pada sisi perdagangan untuk fokus. Sehingga dapat diputus mata rantainya menjadi lebih pendek," papar CT.
Hal ini sudah dilakukan di Jawa Timur (Jatim). Harga jual di petani bisa meningkat dua kali lipat dan konsumen bisa mendapat harga lebih rendah sebesar 50% dari yang sebelumnya.
"Itu yang bisa menguntungkan bagi konsumen," sebut CT.
Permasalahan ini, kata CT juga telah disampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dengan daerah-daerah.
"Karena yang menentukan kesejahteraan itu bukan Kementerian Pertanian, tapi Kementerian Perdagangan. Saat mata rantai itu putus, maka masyarakat akan sejahtera," terangnya.
Tapi di sisi lain, CT menilai Pemda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan produksi pangan yang menyeberang ke daerah tetangga seperti Riau dan Jambi. Menurut CT, penduduk di sana juga sebagian adalah orang minang (Sumbar) yang merantau.
"Harusnya tidak perlu komplain, karena yang tinggal di sana adalah minang. Jadi ngasih makan saudara sekandung soalnya," kata CT sambil bercanda dengan Gubernur.
Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sempat bingung soal inflasi yang tinggi di daerahnya, padahal Sumbar merupakan basis produksi pangan di Sumatera.
"Saya juga akhirnya bingung, produksi pangan besar tapi inflasi tinggi," keluh Irwan di depan CT.
(mkl/hen)











































