Monorel Bandung Tahap Pertama Telan Rp 6 Triliun

Monorel Bandung Tahap Pertama Telan Rp 6 Triliun

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2014 16:55 WIB
Monorel Bandung Tahap Pertama Telan Rp 6 Triliun
Bandung - Tahap pertama pembangunan Monorel Bandung Raya rencananya akan menghubungkan Bandung dengan Sumedang melalui jalur Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari dengan panjang trayek 29,8 km. Nilai investasi untuk trase I tersebut mencapai Rp 6 triliun.

"Setelah soft launching pada 19 September nanti, akan kita mulai tahapan untuk pembangunan trase I yaitu Leuwipanjang-Tanjungsari dengan investasi Rp 6 triliun," ungkap Asda IV Administrasi yang juga penanggung jawab pembangunan Monorel Bandung Raya Iwa Karniwa saat ditemui detikFinance di ruang kerjanya di Gedung Sate, Bandung, Jumat (29/8/2014).

Iwa menyatakan, jika semua sesuai rencana maka monorel di trase I diharapkan sudah bisa dioperasikan pada akhir 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kelengkapan administrasi dan tahapan teknis selesai, dari CMC (China National Machinery Import and Export Corporation) sudah selesai, kita akan bisa mulai," katanya.

Adapun trase lainnya untuk proyek pembangunan Monorel Bandung Raya ini meliputi Leuwipanjang-Soreang sepanjang 11 km, Dago-Pasirluyu sepanjang 12 km, Gedebage-Majalaya sepanjang 12 km, Kopo-Cililin sepanjang 24 km. Kelima trase ditargetkan selesai dalam 25 tahun.

Iwa menjelaskan, saat ini pembangunan monorel Bandung raya telah sampai pada pembentukan joint venture atau perusahaan bersama bernama PT Jabar Moda Transportasi, yang merupakan gabungan dari PT Jasa Sarana (JS) sebagai BUMD yang mewakili Pemprov Jabar serta PT Sarana Infrastruktur Indonesia (SII), anak perusahaan Panghegar Grup. Panghegar Grup ini yang akan menjadi mitra China National Machinery Import and Export Corporation (CMC).

Jika sesuai dengan rencana, maka pada 19 September mendatang Pemprov Jabar akan melakukan soft launching.

"Mudah-mudahan badan usaha perkeretaapian sudah selesai. Diharapkan di puncak HUT Jabar ke-69 tahun nanti sudah bisa soft launching. Momennya sangat strategis," tutur Iwa.

(tya/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads