"Setelah soft launching pada 19 September nanti, akan kita mulai tahapan untuk pembangunan trase I yaitu Leuwipanjang-Tanjungsari dengan investasi Rp 6 triliun," ungkap Asda IV Administrasi yang juga penanggung jawab pembangunan Monorel Bandung Raya Iwa Karniwa saat ditemui detikFinance di ruang kerjanya di Gedung Sate, Bandung, Jumat (29/8/2014).
Iwa menyatakan, jika semua sesuai rencana maka monorel di trase I diharapkan sudah bisa dioperasikan pada akhir 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun trase lainnya untuk proyek pembangunan Monorel Bandung Raya ini meliputi Leuwipanjang-Soreang sepanjang 11 km, Dago-Pasirluyu sepanjang 12 km, Gedebage-Majalaya sepanjang 12 km, Kopo-Cililin sepanjang 24 km. Kelima trase ditargetkan selesai dalam 25 tahun.
Iwa menjelaskan, saat ini pembangunan monorel Bandung raya telah sampai pada pembentukan joint venture atau perusahaan bersama bernama PT Jabar Moda Transportasi, yang merupakan gabungan dari PT Jasa Sarana (JS) sebagai BUMD yang mewakili Pemprov Jabar serta PT Sarana Infrastruktur Indonesia (SII), anak perusahaan Panghegar Grup. Panghegar Grup ini yang akan menjadi mitra China National Machinery Import and Export Corporation (CMC).
Jika sesuai dengan rencana, maka pada 19 September mendatang Pemprov Jabar akan melakukan soft launching.
"Mudah-mudahan badan usaha perkeretaapian sudah selesai. Diharapkan di puncak HUT Jabar ke-69 tahun nanti sudah bisa soft launching. Momennya sangat strategis," tutur Iwa.
(tya/hds)











































