Tahun 2005 Produksi Rokok Naik 5 Persen
Rabu, 05 Jan 2005 14:58 WIB
Jakarta -
Produksi rokok nasional pada tahun 2005 diproyeksikan akan naik sebesar 5 persen. Produksi rokok pada tahun 2004 juga mengalami peningkatan daripada tahun-tahun sebelumnya dimana sebelumnya sempat terjadi penurunan rata-rata 5,13 persen per tahun. "Tren tahun 2005 baik. Proyeksi bila cukai tetap akan terjadi kenaikan produksi sebesar 5 persen sehingga penerimaan cukai menjadi Rp 30 triliun," kata Direktur Produksi PT Djarum Budi Santoso, Direktur Produksi PT Djarum di Kantor Perindustrian Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (5/1/2005).Lebih jauh, Budi mengatakan, produksi rokok kretek dan rokok putih tahun 2004 mencapai sebesar 202,32 miliar batang dengan economic value Rp 60 triliun. Faktor kenaikan produksi tahun 2005 terjadi karena adanya pertumbuhan makro ekonomi dan harga rokok yang tidak naik selama 2,5 tahun. Disinggung soal rencana pemerintah menaikan harga BBM, kata Budi, harga rokok tidak akan naik asal cukai memberi kebijakan tidak menaikan biaya. "Karena persaingan rokok domestik sangat ketat Setelah beredar rokok-rokok ilegal tanpa cukai dan juga banyaknya pengecer yang menjual di bawah harga bandrol," tegasnya.
(mar/)










































