ADB Reprogramming Proyek di Indonesia Sebesar US$ 126,37 Juta
Rabu, 05 Jan 2005 15:38 WIB
Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) melakukan reprogramming proyek di Indonesia senilai US$ 126,37 juta untuk bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu ADB, juga berkomitmen memberikan bantuan baru sebesar US$ 100 juta yang terdiri dari pinjaman baru dan hibah.Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pembangunan Wilayah Asia Tenggara ADB Shamsahat Akhtar kepada wartawan saat penandatangan MoU reprogramming proyek ADB di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/1/2004). Penandatanganan reprograming proyek senilai US$ 126,37 juta dilakukan antara dirinya dengan Menkeu Jusuf Anwar dan Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Sri Mulayni Indrawati. Akhtar mengatakan, pelaksanaan MoU reprogramming dituangkan melalui 3 langkah pendekatan. Pertama realokasi dana 13 proyek yang sedang berjalan baik yang ada di Aceh dan Sumut maupun yang ada di luar daerah tersebut. Perluasan dua proyek, yakni proyek suplai air bersih dan kesehatan serta proyek rehabilitasi jalan tahap dua yang semula tidak mencakup Aceh diperluas cakupannya. Ketiga membuat loan (pinjaman) baru.Sementara itu Menkeu Jusuf Anwar mengatakan, pemerintah dan ADB sepakat memprioritaskan langkah reprogramming yang dananya disisihkan dari kegiatan yang sedang berjalan, yang meliputi 13 proyek, antara lain sektor pertanian, irigasi, perikanan, kesehatan, pendidikan, kelistrikan, infra struktur pedesaan, jalan dan jembatan.Sedangkan untuk proses procurement proyek akan dilaksanakan melalui prosedur yang sederhana. Untuk itu ADB akan mendiskusikan dengan pemerintah dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah penandatanganan, akan dilakukan proses revisi memasukan dana-dana tersebut dalam dokumen anggaran tahun 2005.Sementara itu, Dubes Jepang Yutaka Iimura menyatakan, PM Jepang telah memberikan komitmennya sebesar US$ 500 juta untuk bantuan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi negara-negara yang terkena bencana tsunami. Ketika disinggung apakah dalam forum pertemuan CGI 19 - 20 Januari nanti akan ada moratorium, Yutaka mengatakan, Jepang akan melihat perkembangan pendapat dari kreditor lain. "Tapi yang jelas dalam pertemuan CGI Jepang akan ambil bagian membicarakan bantuan darurat bagi Indonesia dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Yutaka.Yutaka mengatakan, pekan depan nanti Bappenas Bank Dunia dan Jepang akan mengirim tim assesment ke Aceh untuk mengetahui apa yang harus dilakukan untuk merekontruksi Aceh. Hasil kunjungan itu nantinya akan dibawa untuk dibicarakan di forum CGI.
(mar/)











































