Menkeu: Pemerintah Tak Ingin Ada Tarikan Politik Soal Moratorium

Menkeu: Pemerintah Tak Ingin Ada Tarikan Politik Soal Moratorium

- detikFinance
Rabu, 05 Jan 2005 17:16 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Jusuf Anwar menegaskan, pemerintah tampaknya akan sulit menerima persyaratan negara donor yang akan memberikan moratorium utang ke Indonesia dengan syarat Indonesia harus kembali mengikuti program IMF. Pemerintah juga tidak ingin lagi ada tarikan politik terkait dengan moratorium."Biasanya tawaran moratorium akan ada kondisionalitinya misalnya, Paris Club akan mensyaraatkan kita masuk program IMF. Apa mau kita begitu, kan tidak. Wakil-wakil rakyat juga tidak mau kita dibawa lagi ke IMF," kata Menkeu Jusuf Anwar kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/1/2004). Menkeu mengataan, pemerintah akan menfolow up-i tawaran moratorium secara prudent atau hati-hati. "Kalau ada syarat yang terkait dengan tarikan politik, kita tidak terima lagi. Debt management kita, akan meminta semurah, semudah dan selunak mungkin," tegasnya.Dalam kesempatan itu Menkeu juga mengutarakan lembaga multileral seperti ADB dan Bank Dunia selama ini tidak mengenal adanya penjadwalan utang atau moratorium utang.Menyangkut beban APBN 2005, diakui Menkeu, akan ada sedikit tambahan beban akibat bencana tsunami. Namun dengan adanya bantuan dari berbagai pihak tentunya akan meringankan. Saat ditanya apakah revisi APBN 2005 akan segera dilakukan pada awal tahun ini, Menkeu mengatakan pemerintah dan DPR akan menghitung terlebih dulu. Namun kemungkinan besar revisi APBN akan tetap mengikuti siklus APBN-Perubahan (APBN-P) sesuai jadwal. "Kalau di awal tahun ini apa yang mau dihitung jangan grusah-grusuh. Anggaran itu perlu dihitung, jadi sesuai jadwal kalau sekarang terlalu pagi," kata Menkeu.Pinjaman ADB di CGI Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pembangunan Wilayah Asia Tenggara Asian Development Bank (ADB) Shamsahat Akhtar menyatakan ADB akan memberikan komitmen pinjaman kepada Indonesia melalui forum CGI sebesar US$ 750 juta. Untuk rencana plegde ADB di CGI itu sebesar US$ 750 juta. "Itu baru komitmen belum sampai ke realisasi," Shamsahat. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads