Gara-gara Impor Turun, Neraca Perdagangan RI Surplus

Gara-gara Impor Turun, Neraca Perdagangan RI Surplus

- detikFinance
Senin, 01 Sep 2014 12:12 WIB
Gara-gara Impor Turun, Neraca Perdagangan RI Surplus
Jakarta - Setelah defisit US$ 305,1 juta pada Juni, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 123,7 juta pada Juli 2014. Ekspor maupun impor sama-sama turun, tetapi impor turun lebih dalam.

"Sebenarnya dari ekspor maupun impor sama-sama turun. Tapi impor turun lebih dalam dibanding ekspor," ujar Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), kala jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/9/2014).

Pada Juli 2014, nilai ekspor Indonesia tercatat US$ 14,18 miliar. Turun 6,03% (year-on-year/yoy) dan 7,99% (month-to-month/mtm).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekspor migas Juli tercatat US$ 2,55 miliar, turun 8,59% dibanding Juni. Sementara ekspor non migas adalah US$ 11,63 miliar, turun 7,86%.

"Ini merupakan dampak dari libur lebaran yang membuat banyak pegawai yang libur dan aktivitas pabrik banyak tutup. Tentu mempengaruhi aktivitas ekspor," kata Suryamin.

Akumulasi ekspor Januari-Juli 2014 adalah US$ 103 miliar, turun 2,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara akumulasi ekspor non migas adalah US$ 84,77 miliar, turun 3,17%.

Ekspor non migas Januari-Juli 2014 masih didominasi oleh bahan bakar mineral (khususnya batu bara) sebesar US$ 12,88 miliar. Kemudian disusul lemak dan minyak hewan/nabati (khususnya minyak sawit mentah/CPO) sebesar US$ 12,18 miliar.

Pangsa pasar ekspor non migas Januari-Juli 2014 juga masih didominasi Tiongkok, yang mencapai US$ 10,16 miliar. Kemudian disusul Amerika Serikat (AS) US$ 9,20 miliar, Jepang US$ 8,22 miliar, ASEAN US$ 16,74 miliar, dan Uni Eropa US$ 9,73 miliar.

Sedangkan impor pada Juli tercatat US$ 14,05 miliar. Turun 19,31% secara yoy dan 10,47% secara mtm.

Impor migas Juli adalah US$ 4,16 miliar, naik 22,46% dibandingkan Juni. Sementara impor non migas turun 19,55% menjadi US$ 9,90 miliar.

Akumulasi impor Januari-Juli 2014 adalah US$ 104,01 miliar atau turun 6,99%. Impor non migas tercatat US$ 78,06 miliar, turun 8,79%.

Impor non migas Januari-Juli 2014 terbesar adalah untuk mesin dan peralatan mekanik US$ 14,95 miliar serta mesin dan perlatan listrik US$ 10,09 miliar.

Pangsa pasar impor non migas terbesar masih ditempati Tiongkok dengan US$ 17,30 miliar. Lalu disusul Jepang US$ 9,99 miliar, Singapura US$ 6,03 miliar, ASEAN US$ 17,5 miliar, dan Uni Eropa US$ 7,36 miliar.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads