Pekan lalu sudah ada empat gerai McD yang ditutup, sekarang ini tambah delapan lagi sehingga totalnya 12 gerai. Penutupan gerai ini permintaan langsung dari pemerintah setempat.
Penutupan gerai ini disinyalir berbau politik, terutama berhubungan dengan sanksi yang diberikan negara barat terhadap Rusia. Hal ini seolah menjadi balas dendam Rusia terhadap sanksi tersebut. layaknya masa perang dingin AS-Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prioritas utama kami adalah menyajikan aneka hidangan berkualitas tinggi. Kami punya standar yang tinggi di Rusia, seperti layaknya cabang kami di seluruh dunia," kata juru bicara McDonald's seperti dikutip CNN, Senin (1/9/2014).
Regulator Rusia Rospotrebnadzor masih terus melakukan inspeksi terhadap banyak gerai McDonald's yang tersebar di seluruh Rusia dalam beberapa bulan ke depan.
Sebelumnya, regulator Rusia juga melarang peredaran minuman beralkohol buatan AS, yaitu Jack Daniel's Tennessee Honey. Minuman keras (miras) ini diminta ditarik dari banyak toko di Rusia.
Produsen Jack Daniel's, Brown-Forman (BFA), menyangkal penarikan produknya ini ada kaitannya dengan masalah bahan kandungan berbahaya. Namun, ia juga mengaku belum dihubungi oleh regulator Rusia terkait hal ini.
"Kepuasan konsumen adalah yang paling penting bagi Jack Daniel's. Jika Rospotrebnadzor punya pandangan yang sama, kami bisa bekerja sama untuk segera menyelesaikan masalah ini," kata Brown-Forman dalam keterangan tertulis.
(ang/dnl)











































