Menko Perekonomian Chairul Tanjung menyebutkan, golongan masyarakat mampu dengan kapasitas keuangan kuat yang bisa menikmati pertumbuhan ekonomi. Ini membuat ketimpangan terjadi.
"Pasti (timpang), kenapa? Karena yang namanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan dinikmati oleh yang memiliki kapasitas. Golongan itu yang bisa menikmatinya," ujar pria yang akrab disapa CT di kantornya, Jakarta, Senin (1/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena hanya 99,9% perusahaan adalah mikro dan menengah. Hanya 0,1% yang perusahaan besar," sebutnya.
Di samping itu secara sektoral, menurut CT, sektor pertanian yang harus diutamakan. Sebab 35% penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani. Itu pun dengan mayoritas kelas ekonomi yang rendah.
"Jika sektor ini (pertanian) didorong, maka ketimpangan bisa dikecilkan," kata CT.
(mkl/dnl)










































