Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat ditemui usai rapat pimpinan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (2/9/2014).
"Bulan ini kita akan mendirikan BUMD yang akan menjadi holding dan pendiri dari perusahaan yang akan menangani bandara yang akan kita bangun. Namanya PT BIJB," ujar Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti PT BIJB ini akan bergabung membentuk perusahaan bersama dengan AP II. Mungkin nanti namanya AP Jabar," tuturnya.
Heryawan mengatakan perusahaan inilah yang akan mengelola bandara. "Di sisi darat, perusahaan ini yang akan diamanahi untuk mengelola," kata Heryawan.
Rencana pembangunan bandara ini atas usulan Pemprov Jabar untuk menggantikan fungsi dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Bandara seluas 2.000 hektar ini akan dilengkapi dengan akses tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, juga akses kereta. Luas terminalnya mencapai 60.000 meter persegi yang bisa menampung 5-6 juta penumpang.
Bandara ini ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2018 termasuk segala infrastruktur pendukungnya. Untuk membangun Bandara Kerjati diperlukan dana hingga Rp 5,5 triliun. Rencananya proses groundbreaking akan dilakukan pada September-Oktober 2014.
(tya/hen)











































