Aburizal Bakrie:
Pertumbuhan 2005 Tetap 5,5%
Rabu, 05 Jan 2005 21:35 WIB
Jakarta - Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2005 akan tetap sebesar 5,5 persen sesuai target sebelumnya. Hal ini dimungkinkan jika bantuan untuk Aceh yang diterima oleh Indonesia dalam bentuk hibah, pinjaman lunas, atau moratorium.Demikian disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie kepada wartawan usai mendampingi presiden menerima rombongan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Hae Chen di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (5/1/2005)."Dukungan itu bisa dikatakan sebuah investasi baru, maka kita tetap dapat mencapai pertumbuhan 5,5 persen. Kan sebelumnya turun jadi 5 persen bila tidak ada bantuan sama sekali," kata Aburizal.Aburizal menjelaskan, dengan bentuk bantuan tersebut,tekanan pembayaran pada neraca pembayaran akan sangat ringan. "Akibatnya, anggaran dalam APBN yang dijadwalkan untuk pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dialihkan ke pos-pos lain,"kata Aburizal.Menurut Aburizal, bantuan-bantuan tersebut akan dimasukkan dalam APBN 2005.Aburizal menilai mekanisme ini sangat konstitusional. Meski demikian, lanjutnya, pemerintah belum memastikan jumlah anggaran baru dalam APBN untuk rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh. Sekadar diketahui, sebelumnya Wapres Jusuf Kalla menyatakan, biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah bencana di Aceh dan Sumatera Utara selama 1 tahun sekitar Rp 1,5 triliun.Korsel Beri Bantuan HibahPada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda menyatakan, pemerintah Korea Selatan (Korsel) berkomitmen untuk memberikan bantuan dalam bentuk hibah."Tapi berapa jumlahnya nanti akan disampaikan sendiri oleh PM Korsel besok," tutur Hassan.Menurut Hassan, saat ini pemerintah Korsel sudah memberikan bantuan tanggap darurat berupa obat-obatan, makanan, dan peralatan medis. Angkatan Laut Korsel juga akan mengirim 1 unit LST (Landing Ship Tank) untuk membantu proses rekonstruksi pelabuhan di Meulaboh dan Pantai Barat Aceh."Pemerintah Korsel berkomitmen bantuan tidak hanya diberikan dalam tahap tanggap darurat tapi juga pada fase rekonstruksi dan rehabilitasi daerah bencana," demikian Hassan.
(ast/)











































