Birokrasi di RI Lambat, Investor Sering Ilfeel

Birokrasi di RI Lambat, Investor Sering Ilfeel

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2014 11:55 WIB
Birokrasi di RI Lambat, Investor Sering Ilfeel
Jakarta - Iklim investasi di Indonesia dinilai belum kondusif, karena proses perizinan yang lambat. Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) yang berjalan sejak 2011 belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Direktur Utama Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini menuturkan, belum kondusifnya iklim investasi di Indonesia karena lambannya proses perizinan.

"Secara kebijakan kita sudah baik. Tapi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif tidak hanya kebijakan fiskal, tetapi kecepatan berproses juga penting. Kalau momentum berproses sangat lambat itu investor juga bisa kehilangan keyakinan," ujar Emma dalam seminat 'Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan MP3EI 2011-2025 di JCC, Jakarta Rabu (3/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emma mencontohkan, ada sebuah proyek infrastruktur di 2011 yang begitu menarik minat investor. "Tapi prosesnya makan waktu setahun dua tahun. Investor keburu ilfeel (hilang feeling), akhirnya tidak jadi masuk karena appetite (gairah investasi) -nya sudah kehilangan momentum," tegas dia.

Sebut saja proyek pembangunan bandara Juanda, Surabaya yang dari mulai perencanaan hingga penyelesaian pembangunannya membutuhkan waktu hingga 20 tahun.

Wakil ketua Komite Ekonomi Nasional, Raden Pardede menyebut, kendala yang membuat masih lambannya proses perizinan yang ada di Indonesia bukan terletak pada kebijakan, melainkan di Sumber Daya Manusia (SDM) yang melaksanakan proses perizinan itu sendiri.

"Pantauan kami, kebijakan yang ada ternyata sudah bagus. Tapi kebijakan yang sudah bagus ini tidak sampai ke bawah, karena banyak saluran ke bawahnya tidak jalan," tutur Raden dalam kesempatan yang sama.

Untuk menjawab permasalahan ini, menurutnya, adalah dengan melakukan revolusi mental atau perbaikan mental aparat sebagai pelaku yang menjalankan kebijakan. "Jadi kita tidak berfokus saja pada proses, tetapi ada keseimbangan bahwa proses dengan output (hasil kinerja) yang juga nampak," tandasnya.

Hadir sebagai pembicara selain Emma dan Raden adalah, Sandiaga Uno, Fauzi Ichsan, Budi Gunadi Sadikin dan dimoderatori oleh Rhenald Kasali.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads