Pemerintah terus berupaya menggenjot perkembangan sektor pariwisata di Indonesia. Akses menjadi faktor utama untuk pengembangan sektor tersebut.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, dengan kemudahan akses akan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia.
"Akses itu penting. Ternate, Maluku Utara, sekarang ada tiga pesawat, dulu nggak ada. Sekarang sudah banyak didatangi dari turis Singapura," ujar dia di acara Refleksi MP3EI di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu Palembang nggak ada hotel, sekarang ada 30 hotel. Sekarang ada 32 flight, kalau rata-rata satu flight 50 orang itu sudah berapa kunjungan. Berapa kotak pempek yang dipesan," paparnya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wiendhu Nuryanti menambahkan, akses menuju lokasi pariwisata di Indonesia perlu dipermudah dan diperluas untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata.
"Akses menjadi sangat penting. Kalau ke tempat wisata akses lebih dari tujuh jam dari bandara, akan drop," tegasnya.
Menurutnya, melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dibutuhkan untuk meningkatkan perluasan akses dengan pembangunan infrastruktur.
Selain soal akses, kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga perlu ditingkatkan. "Pariwisata adalah industri yang unik, berorientasi kepada kebahagiaan dan kesenangan. Jadi peran SDM penting sekali," ujar dia.
Wiendhu menyebutkan kunjungan wisatawan akan memberikan peluang geliat ekonomi di wilayah sekitarnya. "Satu turis bisa membuka peluang beberapa tenaga kerja mulai tukang becak, perhotelan, guide, pengelola resor, situs cagar budaya, ini luar biasa," ucapnya.
Purnomo Siswoprasetijo, CEO PATA Indonesia, juga memberi pandangannya. Menurutnya, untuk menggenjot sektor pariwisata perlu didukung infrastruktur berupa kemudahan akses.
"MP3EI diharapkan dapat menciptakan akses ke daerah-daerah remote sehingga yang tidak terjangkau bisa berjalan. Tentunya selama 3 tahun terakhir pemerintah bergerak mensinkronkan pemda untuk infrastruktur, tata ruang, dan masterplan," tutur Purnomo yang juga Ketua Harian Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik Rachbini menambahkan, untuk bisa meningkatkan sektor pariwisata diperlukan penyatuan pemikiran dari orang-orang kreatif.
"Kumpulkan orang-orang kreatif seperti Pak Peter Gontha. Kita menyebutnya sebagai Menpar Non Sektoral karena mampu membuat event skala besar seperti International Java Jazz Festival yang Menpar sendiri juga nggak bisa," tegasnya.











































