"Kita sekarang ada proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda, awalnya sulit sekali rayu investor mau bangun jalan tol di sana. Karena kalau melihat jumlah kendaraan dan penduduk, masih kurang ekonomi dibangun jalan tol di sana," ujar Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk, pada acara Refleksi Tiga Tahun Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, di Jakarta Convention Center, Jumat (5/9/2014).
Masyarakat Kalimantan Timur sangat butuh jalan tol tersebut, agar akses kedua kota Balikpapan-Samarinda semakin mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan lagi, seperti proyek rel kereta api di Kalimantan Timur. Awalnya tidak ada investor yang tertarik membangun, karena melihat perhitungan penumpang yang belum ekonomis.
"Kita putuskan, pasar pasti ada, yakni mengangkut batu bara dan crude palm oil (CPO), pasti untung, dan akhirnya ivestor berminat. Jika sudah selesai terbangun, masyarakat pasti akan melirik moda transportasi kereta api ini," tutupnya.
Saat ini banyak proyek infrastruktur dibangun di Kalimantan Timur khususnya yang merupakan program MP3EI, di antaranya:
- Pengembangan terminal bandara internasional Sepinggan, Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur senilai Rp 2,1 triliun dengan status peresmian
- Pengembangan 3 bandara wilayah perbatasan: Long Bawan (Kabupaten Nunukan), Long Apung (Kabupaten Malinau), Data Dawai (Kabupaten Mahakam Ulu) senilai Rp 390 miliar dengan status peresmian
- Pembangunan PLTG Kaltim Peaking 2x60 MW di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur senilai Rp 960 miliar dengan status peresmian
- Proyek PT Total Indonesia, Anjungan SISI-NUBI 2B di Lepas Pantai di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur senilai Rp 8,129 triliun dengan status peresmian
- Proyek pembangunan lapangan fasilitas lepas pantai dan gelar pipa lapangan Ruby di Kutai Kertanegara senilai Rp 5,5 triliun dan telah diresmikan Wamen ESDM November 2013
- Pembangunan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur senilai Rp 34 miliar dengan status groundbreaking
- Pembangunan Institut Teknologi Kalimantan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan senilai Rp 99 miliar dengan status groundbreaking
- Pembangunan PLTU Embalut, Unit 3 (50 MW) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur senilai Rp 759 miliar oleh PT Cahay Fajar Kaltim, PT PLN, dan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dengan status dilaporkan
- Pembangunan PLTGU Senipah 2x41 MW di Kabupaten Kutai Kartanegara senilai Rp 2,1 triliun.











































