Cadangan Devisa Aman, RI Tak Perlu Hair Cut Utang
Kamis, 06 Jan 2005 12:25 WIB
Jakarta - Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menyatakan, Indonesia tidak perlu sampai mendapatkan pemotongan utang atau hair cut mengingat saat ini neraca pembayaran dan cadangan devisa Indonesia dalam posisi aman. "Menurut saya, tidak perlu sampai hair cut karena biasanya negara atau lembaga donor akan melihat dari sisi neraca pembayaran dan cadangan devisa. Sementara saat ini kita dalam situasi yang aman-aman saja dan tidak ada masalah," kata Burhanuddin saat ditemui disela-sela Tsunami Summit di JCC, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (6/1/2005).Oleh karenanya, menurut Burhan, kalaupun ada tawaran moratorium, hal itu sepenuhnya menjadi urusan negara atau lembaga donor. "Sehingga kalau mau diberikan moratorium dan sebagainya, itu urusan yang mau memberi," tegas Burhan. Ketika ditanya kemungkinan tidak perlunya Indonesia masuk program IMF, Burhan mengatakan dirinya belum tahu persis sehingga perlu mengkonfirmasi. "Makanya, itu yang saya tanya. Kalau dalam kondisi biasa, setiap lewat Paris Club harus melalui program IMF, apakah kita perlu seperti itu. Kita baru saja keluar dari IMF, masak mau masuk lagi. Saya kira jangan begitulah," tukasnya.
(qom/)











































