Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi meralat permintaan KSPI soal komputer. Menurutnya yang dimaksud KSPI adalah televisi (TV) yang masuk KHL.
"Kami merevisi, bukan komputer tapi televisi, kami masukan di item pendidikan," kata Muhammad Rusdi kepada detikFinance, Senin (8/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Televisi yang harganya hanya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," katanya.
Menurutnya, besaran harga tersebut akan terbagi menjadi 36-48 bulan gaji dibayarkan. Jadi, besaran harga televisi tersebut tidak setiap bulan dimasukkan dalam komponen KHL, melainkan terbagi menjadi 36-48 kali.
Ia beralasan, televisi bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing buruh. Terlebih menurutnya buruh di Indonesia akan bersaing dengan buruh-buruh se-ASEAN dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).
"Karena hari ini kita di era informasi (masak) tanpa ada televisi, nggak mungkin nggak ada TV," katanya.
Bidang Pendidikan:
Berlaku Saat Ini (60 KHL)
- Bacaan/radio: tabloid/radio 4 band
- Ballpoint/pensil
Usulan KSPI (Usulan 84 KHL)
- Bacaan: Nova dan Bola
- Televisi LED 19 Inci
- Radio Tape Recorder











































