Alasan mereka bermacam-macam, mulai dari penambahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) seperti parfum, televisi, kipas angin, dan lainnya hingga keluhan tak bisa liburan. Jika tak dipenuhi, mereka mengancam akan menutup jalan tol dan melakukan mogok massal hingga 2 juta orang di seluruh Indonesia.
Tuntutan mereka menuai ragam tanggapan dari banyak pihak, mulai pengusaha hingga pemerintah. Apa saja tanggapannya? Berikut seperti dirangkum detikFinance, Selasa (9/9/2014):
1. Pengusaha Tak Keberatan Buruh Mengundurkan Diri
|
|
"Kalau mereka memang misalnya ada yang lebih baik, silakan kita nggak larang juga. Kita nggak bisa cuma sekadar demo-demo begitu," katanya.
2. Permintaan Buruh Aneh-aneh
|
|
"Minta boleh saja silahkan. Tapi yang wajar," kata Sofjan.
3. 'Parfum untuk Pekerja Karaoke, Bukan di Pabrik'
|
Sofjan Wanandi, Ketua Umum Apindo
|
"Parfum itu kriterianya di tempat karaoke. Bukan di pabrik," tegas Sofjan.
4. Cak Imin Anggap Permintaan Buruh Tak Realistis
|
Muhaimin Iskandar
|
"Ya tentu harus diseleksi dari 84 item itu. Sementara ini belum ada yang kita anggap realistis," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini.
5. Kebutuhan Hidup Layak 60 Item Sudah Cukup
|
|
"Jadi di era saya ini jumlah KHL sudah ditambah dari 40 menjadi 60 item, itu sudah signifikan. Jangan ditambah-tambah dengan yang sifatnya tidak realistis seperti parfum yang bukan jaring pengaman," katanya.
Halaman 2 dari 6











































