Profesor UI Ini Ingin Menjadi Pejabat BPK, Apa Janjinya?

Profesor UI Ini Ingin Menjadi Pejabat BPK, Apa Janjinya?

- detikFinance
Selasa, 09 Sep 2014 14:10 WIB
Profesor UI Ini Ingin Menjadi Pejabat BPK, Apa Janjinya?
Jakarta - Seleksi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga diikuti oleh kalangan akademisi. Salah satunya adalah Chandra Wijaya, profesor di Universitas Indonesia (UI).

"Sebagai seorang civitas academica dari UI, sudah pasti saya berkewajiban membantu negara ini dengan langsung terjun di dalamnya," kata Chandra dalam paparannya di hadapan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Chandra berjanji, jika terpilih jadi anggota BPK dia akan mengalihkan fokus pemeriksaan dari audit kepatuhan menjadi audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu. Caranya adalah dengan pendelegasian secara bertahap audit keuangan-tradisional kepada masing-masing institusi pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, selama ini fokus BPK hanya tertuju pada audit kepatuhan. Padahal ada dua jenis audit lainnya yang harus dilakukan secara bersamaan.

"Mindset yang ada sekarang itu terpisah audit tersebut. Padahal itu adalah satu kesatuan," ujarnya.

Chandra juga menyoroti soal tinjak lanjut dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Dia menyebutkan pada 2013 baru 20% LHP yang ditindaklanjuti dan menyerahkan kembali kerugian negara. Ini adalah permasalahan serius dan harus dibenahi.

"Kesalahan ada pada isi LHP itu sendiri. LHP itu harus bunyi, sampai ke rekomendasi. Supaya pihak selanjutnya bisa menindaklanjuti," tegasnya.

Melalui pembentukan BPK yang ideal, menurut Chandra, dampaknya adalah kesejahteraan masyarakat. Terutama dari optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sekarang menembus Rp 2.000 triliun.

"Dengan bergesernya audit kepatuhan ke kinerja dan tujuan tertentu, maka pengelolaan uang negara jadi lebih efisien dan menuju kesejahteraan masyarakat," terangnya.

(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads