Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Khairul Anwar mengatakan, saat ini lulusan perguruan tinggi atau sekolah formal dianggap belum siap secara keterampilan untuk masuk dunia kerja.
"Output pendidikan kita belum siap masuk dunia kerja," tegasnya dalam acara The 12th Quality Network Conference oleh SGS Indonesia di JCC, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum link and match (keterkaitan) antara sistem pendidikan dan sistem ketenagakerjaan, dua sistem ini memiliki orientasi yang berbeda. Kalau pendidikan berorientasi pada pengembangan wawasan, sementara sistem tenaga kerja membutuhkan pengembangan keterampilan," papar Khairul.
Namun demikian, tambah Khairul, pemerintah bukan tidak bertindak apa-apa. Pemerintah mendorong penyelenggara pendidikan untuk menerapkan pola Karya Kerja Nyata (KKN) dalam kurikulum.
Selain itu, pemerintah juga mendorong agar penyelenggara pendidikan lebih jeli dalam pengelolaan agar para aluminya bisa menjawab kebutuhan dunia usaha.
"Pendidikan formal mengacu pada kebutuhan pasar kerja. Program yang disusun dan dilaksanakan harus dapat menjawab standar kompetensi industri. Ada pelatihan berbasis kompetensi, penetapan standarisasi mutu berbasis kompetensi kerja, serta sertifikasi kompetensi," tutur Khairul.
(hds/hds)











































