RI-Yunani Bertekad Tingkatkan Volume Perdagangan

RI-Yunani Bertekad Tingkatkan Volume Perdagangan

- detikFinance
Selasa, 09 Sep 2014 18:47 WIB
Athena -

Volume perdagangan RI-Yunani Euro 166,49 juta, masih relatif kecil dibandingkan potensi kedua negara.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan business luncheon bertema Doing Business with Indonesia di Athena (8 September 2014).

Kegiatan yang diselenggarakan KBRI Athena ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Yunani, demikian Sekretaris I Pensosbud John Admiral melalui surat elektronik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Dubes RI Benny Bahanadewa menyampaikan potensi dan perkembangan ekonomi Indonesia yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5% di tengah krisis ekonomi global.

"Hubungan bilateral yang telah berlangsung selama 21 tahun dengan baik dapat terus meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara," harap Dubes.

Peluang

Volume perdagangan RI-Yunani relatif masih kecil dibandingkan dengan negara EU lainnya seperti Jerman, Perancis, Belanda dan Inggris, yang menyumbang besar total perdagangan RI-UE pada 2013 mencapai 24,10 miliar.

Yunani saat ini masih dilanda krisis. Meskipun demikian banyak potensi yang dapat dimanfaatkan Indonesia. Yunani merupakan pintu gerbang untuk memasuki pasar di kawasan Balkan yang sedang berkembang.

"Potensi kerjasama yang masih dapat dikembangkan adalah sektor industri, perkapalan dan pariwisata," ujar Sekretaris II Ekonomi KBRI Athena Cahya Sumaningsih.

Ekspor utama Indonesia ke Yunani di antaranya palm oil, kertas, sepatu, mesin elektronik, pakaian, furniture, perlengkapan komunikasi, kopi, teh, coklat, dan tekstil.

Sementara ekspor Yunani ke Indonesia di antaranya textile fibers, pulp and waste paper, tembakau, perlengkapan transportasi, mesin industri, mesin elektronik, dan crude fertilizer.

Komoditi dagang Indonesia yang masih berpotensi untuk dikembangkan di Yunani adalah kopi dan cocoa, sementara komoditas Yunani yang potensial adalah olive oil, produk farmasi dan produk buah kalengan.

Ke Trade Expo

Untuk lebih memberi pemahaman komprehensif dan faktual tentang berbisnis dengan Indonesia, KBRI Athena mengundang tokoh bisnis Yunani untuk berbagi pengalaman mengembangkan bisnis dengan Indonesia.

Mereka adalah Dimitris Ramoglou, Honorary Consul RI yang juga importir furniture dari Indonesia dan Panagis Vourloumis mantan CEO OTE, sebuah perusahan telekomunikasi terbesar di Yunani

"Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik dan mengundang minat pebisnis Yunani untuk mengembangkan bisnisnya bersama Indonesia," imbuh Cahya.

Pada kesempatan tersebut, KBRI Athena juga mengundang pebisnis Yunani untuk mengunjungi Trade Expo 2014 di Jakarta pada 8-12 Oktober, sebagai langkah awal strategis menjalin bisnis dengan Indonesia.

Hadir pada business luncheon ini sekurangnya 70 pengusaha Yunani yang bergerak di sektor perdagangan dan industri, pejabat dari Direktorat Business Development, Kemlu Yunani dan Delegasi Kementerian Perdagangan RI yang dipimpin oleh Sekjen Kemdag Gunaryo.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads