Negara Kreditor Siapkan Draft Moratorium Utang

Negara Kreditor Siapkan Draft Moratorium Utang

- detikFinance
Kamis, 06 Jan 2005 19:04 WIB
Jakarta - Negara-negara kreditor bersungguh-sungguh untuk memberikan moratorium utang atau penghapusan utang kepada negara-negara terkena gempa dan tsunami. Mereka juga telah menyiapkan draft deklarasi moratorium. Draft tersebut akan dinegosiasikan oleh para pimpinan negara kreditor, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Tsunami yang digelar di Jakarta, Kamis (6/1/2004) seperti yang dikutip AP.Proposal moratorium itu diharapkan akan dapat mengurangi beban negara yang terkena tsunami. Sebagian negara yang terkena tsunami merupakan negara yang mempunyai utang cukup besar dengan negara kreditor. Moratorium itu akan dapat membantu negara korban bencana tsunami untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami. Sejumlah pemimpin negara Eropa mendukung rencana moratorium tersebut. Negara itu antara lain, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, dan negara lainnya.Selain memberikan moratorium mereka juga memberikan pinjaman dan bantuan. Australia misalnya, telah mengumumkan akan memberikan bantuan sebesar US$ 764 juta dalam bentuk hibah dan pinjaman kepada Indonesia. Indonesia dinilai negara yang paling parah akibat terkena tsunami.Menlu Australia Alexander Downer menyatakan, saat ini yang harus difokuskan adalah bagaimana melakukan program penyelamatan bagi korban tsunami. Setelah itu baru dipikirkan untuk melanjutkan program rehalibitasi dan rekonstruksi.Downer menyatakan, Australia berencana mendiskusikan moratorium utang dengan negara-negara kreditor lain di Paris Club.Presiden Bank Dunia James Wolfensohn juga menyetujui langkah sejumlah negara kreditor untuk memberikan moratorium. Total bantuan asing untuk korban tsunami hingga saat ini mencapai US$ 4 miliar.Juru bicara Menlu Jepang Akira Chiba menyatakan, negaranya sangat concern terhadap moratorium utang yang akan diberikan kepada negara debitor korban tsunami. Namun secara konsep moratorium itu sendiri Jepang belum menyiapkan.Namun begitu, kata Akira, negaranya telah bersungguh-sungguh untuk membantu negara yang terkena bencana tsunami. "Saya tidak melihat ada pilihan antara antara moratorium atau bantuan. Kita sendiri memang telah menyiapkan US$ 500 juta untuk bantuan darurat bagi negara yang terkena tsunami," katanya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads