"Gemetar juga, karena mereka adalah lembaga formal dan individu. Saya tak bisa juga menempatkan diri sebagai anggota DPR," kata Harry di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Disinggung soal motivasinya, Harry mengaku adalah keinginannya untuk terjun ke wilayah pemeriksaan. Setelah 10 tahun terakhir ia berkecimpung di DPR dalam fungsi pengaturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila terpilih, Harry mengatakan bakal mengoptimalkan audit kinerja. Ia mencatat porsi audit kinerja saat ini hanya 30%, sementara negara seperti Australia dan Amerika Serikat (AS) sudah mencapai tahap 80%.
"Bahwa kalau ditingkatkan pada pola audit kinerja, akan membantu memberi rekomendasi kepada DPR dan pemerintah bahwa pola ini yang lebih bagus," terang politisi Partai Golkar tersebut.
Harry ingin menempati posisi yang sesuai pada bidangnya nanti yaitu yang terkait dengan persoalan makro ekonomi. "Soalnya tidak ada yang memiliki latar belakang doktor ekonomi selain saya. Saya akan memperkaya sistem pada BPK nantinya," sebutnya.
(mkl/hds)











































