Pengusaha Kritik Alokasi APBN 2015 Tak Pro Infrastruktur

- detikFinance
Kamis, 11 Sep 2014 12:43 WIB
Jakarta - Kalangan dunia usaha menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 tak mendukung pembangunan infrastruktur. Anggaran lebih banyak dialokasikan untuk subsidi khususnya subsidi energi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri.

"RAPBN 2015 ruang fiskal sedikit sangat bertentangan dengan pembangunan infrastruktur," kata Suryo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kamar Dagang Industri (Kadin) di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Akibatnya, infrastruktur yang merupakan kunci pertumbuhan ekonomi nasional ini masih belum akan optimal. Dampak infrastruktur tidak terbangun dengan baik, membuat industri dalam negeri menjadi semakin tidak kompetitif dengan negara lain.

"Saya berharap pemerintah dapat temukan solusi atas masalah ini harus mendapat prioritas tinggi. Kalau masalah inti diselesaikan dapat memberikan solusi pada masalah lain, jadi menimbulkan efek bola salju," katanya.

Ia menegaskan permasalahan infrastruktur mesti segera terselesaikan. Jika tidak, maka persoalan ekonomi Indonesia semakin menumpuk.

"Kita memerlukan perubahan yang mendasar, perekonomian kita saat ini berada di titik mengkhawatirkan," katanya.

Tahun depan anggaran infrastruktur memang masih sangat jauh dari anggaran lainnya seperti subsidi energi. Walaupun dalam Nota Keuangan 2015, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pemerintah melalui Kemenhub akan membangun 5 bandara baru serta mengembangkan dan merehabilitasi 51 bandara.

Sedangkan anggaran belanja subsidi tahun depan mencapai Rp 433,5 triliun. Untuk subsidi energi (BBM dan listrik) Rp 363,5 triliun, dan subsidi non-energi sebesar Rp 70 triliun. Alokasi subsidi energi tahun depan naik 3,8% dari 2014 yang sebesar Rp 350,3 triliun.

(hen/hen)