Demikian dikemukakan SBY di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9/2014). "Para menteri adalah pembantu presiden dan sebetulnya policy makers. Saya berharap saudara-saudara rakyat Indonesia untuk tidak memvonis para menteri hidup boros dan bermewah-mewah," katanya.
Bahkan, lanjut SBY, gaji para menteri bisa dibilang pas-pasan. "Gaji dan penghasilan menteri boleh dikata pas-pasan. Jauh dari luar biasa atau melebihi kepatutannya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena pemerintah ingin melakukan penghematan anggaran, kenaikan gaji tersebut urung dilakukan.
SBY menyebutkan, gaji menteri jauh lebih kecil dibandingkan pejabat yang lain. "Apalagi (pejabat) BUMN atau swasta. Tapi kami terima apa adanya," ujar dia.
SBY juga menegaskan, jika ada menteri dan pejabat negara yang menggunakan anggaran tidak sesuai, tidak akan dibenarkan. "Kalau ada pejabat yang menggunakan anggaran negara tidak sesuai dengan peruntukkannya, itu juga tidak dibenarkan. Tapi ingat, mereka menjalankan tugas dengan penghasilan yang diberikan oleh negara seperti itu dan saya mohon pengertian," terangnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPK) Abraham Samad menyatakan bahwa Jero Wacik, mantan Menteri ESDM, terjebak dalam gaya hidup mewah. Meskipun sudah memiliki pendapatan yang tinggi, Jero masih tergoda untuk melakukan pemerasan.
"Kalau menurut saya sendiri, orang ini punya hasrat hidup bermewah-mewahan. Serakah itu bawaan manusia sebenarnya, tapi dia tidak terkontrol," kata Samad.
(hds/dnl)










































