Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji kelanjutan proyek tersebut.
"Sekarang lagi dikaji. Kalau emang tidak bisa akan dicoret saja," tegas Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gambar lu masuk akal nggak, seukuran itu ditancapin di Tanah Abang bisa nggak, misalnya. Saya nggak tahu mesti tanya kepada ahli konstruksi masuk akal atau tidaknya," imbuh Ahok.
Karena proyek monorel yang tidak jelas nasibnya, Ahok mengaku saat ini tengah mengkaji transportasi jenis light rail transit (LRT).
"Itu (LRT) teknologinya lebih bagus. Sama saja itu di luar negeri juga sudah ada. Yang penting menghubungkan semua. Kamu mau nggak monorel yang hanya menghubungkan sesuatu yang pendek. Anda (Jakarta Monorail) saya tugaskan membangun monorel, untuk mengatasi kemacaetan lalu lintas menghubungkan antar mal," tutur Ahok.
"Yang saya mau itu terintegrasi semua. Kalau terintegrasi, saya minta anda harus tender, tapi nggak mau. Ya lebih baik saya tender dong yang baru untuk light rail transit," kata Ahok.
Jadi bagaimana nasib keberlanjutan proyek monorel oleh Jakarta Monorail? "Walallhualam," tutup Ahok.
(dnl/hds)











































