Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Ghani Ghazali kepada detikFinance, Jumat (12/9/2014).
"Itu mulai dari flyover Cikapayang (Dago) terus sampai ke Gedebage," kata Ghani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah buat resmi, tapi belum dijawab. Itu SP2LP-nya belum dikeluarkan dari tahun 2012," ungkap Ghani.
Ia belum bisa memastikan kapan proyek ini bisa mulai dikerjakan. Namun ketika persoalan lahan dan teknis lainnya sudah rampung, pembangunan tol ini bakal memakan waktu sekitar 2 tahun.
Lebih lanjut Ghani menyebutkan, tol ini bakal terintegrasi dengan flyover Pasteur-Surapati di tengah kota Bandung yang sekarang sudah beroperasi. Nantinya, selain dibangun melayang (elevated), kemungkinan tol ini pun akan dibangun di bawah tanah berupa underpass.
"Nanti bisa nyambung dari Cibiru ke Cileunyi, juga ada in-out-nya (on off ramp) tapi terbatas agar tidak menganggu lalu lintas yang ada," katanya.
Dari data pemerintah provinsi Jawa Barat, tol ini akan dibangun sepanjang 27,3 km dengan total investasi sekitar Rp 6,9 triliun. Adapun trase untuk tol dalam kota Bandung ini adalah:
1. Trase I-1
(Akses Pasupati-Underpass Gasibu) 5,5 km
Trase I-2
(Soekarno Hatta-Gedebage) 4 km
2. Trase II-1
(Underpass Gasibu-Cicaheum-Ujungberung) 8,8 km
Trase II-2
(Ujungberung-Soekarno Hatta) 2,7 km
3. Trase III-3
(Ujungberung-Cibiru-Cileunyi) 6,3 km
(zul/hds)










































