Dalam sanksi terbarunya ini, AS ingin menghindari kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan di negaranya dengan sejumlah perusahaan asal Rusia.
Adapun perusahaan Rusia yang terkena sanksi ini adalah, Sberbank, raksasa produsen pipa Transneft, perusahaan migas Lukoil, Gazprom Neft, dan Surgutneftfas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah AS ini mengikuti langkah serupa yang telah dilakukan oleh pihak Eropa. Maksud sanksi adalah menghancurkan ekonomi Rusia karena intervensinya ke Ukraina.
"Karena keterlibatan militer Rusia di Ukraina, kami memperdalam sanksi ke Rusia, untuk mendukung sekutu kami di Eropa," kata Menteri Keuangan AS Jacob Lew dilansir dari AFP, Sabtu (13/9/2014).
Dalam sanksi ini, semua entitas usaha di AS, khususnya di sektor keuangan, dilarang untuk memberikan pendanaan jangka panjang ke Sberbank, Rostec, dan dua perusahaan energi Rusia. Tujuan sanksi ini agar aktivitas bisnis perusahaan-perusahaan Rusia ini tak berkembang.
Perusahaan AS hanya boleh membeli surat utang (obligasi) dari Sberbank dan Rostec dengan jangka waktu maksimal 30 hari, sementara untuk Gazprom dan Transneft hanya 90 hari.
Pemerintah AS melarang perusahaannya untuk memberikan bantuan apapun kepada ukoil, Gazprom dan Surguneftgas. Bantuan material, teknologi eksplorasi migas dan sebagainya dilarang diberikan.
Kepada 3 bank asal Rusia, AS juga memberiian sanksi terbaru yang makin berat. Bank yang kena adalah Bank of Moscow, VTB Bank, dan Russian Agricultural Bank. Ketiga bank ini bisa diberikan pembiayaan oleh perusahaan AS, namun hanya untuk jangka waktu maksimal 30 hari. Sebelumnya jangka waktu maksimalnya 90 hari.
Lew mengatakan, sanksi yang telah diberikan AS dan pihak Barat sampai saat ini telah memberikan dampak kuat ke Rusia. Pertumbuhan ekonomi Rusia jatuh hampir ke level 0%. Inflasi naik, dan pasar keuangan Rusia terganggu.
Menanggapi sanksi terbaru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, sanksi tersebut tidak akan membuat Rusia mengubah sikap, Menurutnya, pihak Barat telah menggunakan konflik Rusia untuk merusak stabilitas internasional.
"Kami telah memberikan keyakinan beberpaa waktu lalu, bahwa sanksi-sanksi yang diterapkan memiliki efek yang kecil, dan tidak ada hasil yang signifikan," kata Putin.
(dnl/dnl)











































