Ide Bisnis Kreatif Bernilai Miliaran Rupiah (1)

Ide Bisnis Kreatif Bernilai Miliaran Rupiah (1)

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2014 08:36 WIB
Ide Bisnis Kreatif Bernilai Miliaran Rupiah (1)
Foto: CNBC
Jakarta - Ide kreatif bisa berbuah manis. Banyak perusahaan yang awalnya hanya sebuah ide sederhana tapi lama-lama bisa menghasilkan uang hingga miliaran rupiah.

Tahun lalu CNBC merilis daftar perusahaan swasta baru tandingan Grup Apple. Dalam daftarnya ada Twitter, BuzzFeed dan Spotify, dan perusahaan-perusahaan lain kemungkinan bisa menandingi Apple.

Tahun ini, CNBC.com memilih 500 nominasi bisnis baru yang kreatif dan inovatif. Dari angka tersebut terpilih 50 perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 10 perusahaan merupakan pencipta konsep asli yang telah mendapat jutaan dolar alias miliaran rupiah . Berikut daftarnya seperti dikutip detikFinance dari CNBC, Senin (15/9/2014).

First Opinion

First Opinion adalah perusahaan berbasis di San Francisco yang bisa membantu para ibu yang ingin berkonsultasi soal anaknya yang sakit kepada dokter melalui ponsel. Aplikasi ponsel ini memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan ke dokter.

Menurut halaman Facebook Firt Opinion, misinya adalah untuk "menata kembali cara umat manusia mengunjungi dokter." Pada bulan Januari, nilai perusahaan yang dipimpin oleh Felicis Ventures mengalami kenaikan menjadi US$ 1,2 juta dengan dana tambahan dari Greylock, Yuri Milner dan 500 Startups untuk membantu merekrut lebih banyak dokter untuk mengembangkan timnya.

Living Proof

Living Proof adalah perusahaan produk kecantikan kelas atas yang dimiliki aktris Jennifer Aniston. Pada tahun 2004, profesor dari MIT profesor sekaligus penemu biotek Bob Langer meneliti bahan-bahan yang digunakan dalam produk kecantikan konvensional tersebut. Ia menemukan bahwa industri telah menggunakan bahan murah yang digunakan selama bertahun-tahun.

Langer bersama tim ilmuwan mencoba meramu bahan-bahan kosmetik tersebut yang sebagian besar tidak tahu apa-apa tentang gloss, lip liner atau foundation, dan mencoba bekerjasama dengan orang yang berkecimpung di industri kecantikan seperti Ward Stegerhoek dan Mitch DeRosa.

Menurut situs web mereka, "Kecantikan bertemu dengan ilmu pengetahuan, dan lahirlah Living Proof." Dengan penemuan tersebut, nilai perusahaan tersebut mencapai US$ 53 juta.

Borro

Borro merupakan bisnis pinjaman-meminjam aset pribadi dengan jaminan lebih dari US$ 1 juta. Aset yang dijaminkan bisa benda seni, mobil klasik dan perhiasan.

Cara bisnis ini yaitu mengambil agunan klien, menyimpan dengan aman dan kemudian membawanya kembali ketika pinjaman lunas. Bisnis ini mirip dengan pegadaian tapi sedikit berbeda.

"Orang-orang yang menggunakan layanan kami memiliki penghasilan yang tinggi dan hidup di atas rata-rata-harga," kata CEO Borro Paul Aitken.

Dia awalnya mendanai perusahaannya sendiri, tapi karena investor terus bertambah, ia mencari modal sana-sini sampai terkumpul lebih dari US$ 150 juta.

Whistle

Kebanyakan pemilik anjing menjadi sangat tertekan ketika hewan peliharaannya hilang, bahkan jika hanya sementara. Steve Eidelman dan Ben Jacobs, pendiri Whistle, memahami hal ini, sehingga mereka menciptakan produk yang memungkinkan pemilik untuk memantau setiap gerakan anjing.

The Whistle Activity Monitor dan WhistleGPS keduanya menempel pada leher anjing. Yang pertama memberikan update pada kesehatan hewan peliharaan, sedangkan yang kedua memberitahu pemilik keberadaan anjingnya, semua caranya dengan mengirimkan informasi ke aplikasi ponsel si pemilik.

"Sering kali, kita terlambat mengambil tindakan saat kita menyadari hewan peliharaan kita sakit atau hilang," kata Jacobs.

"Tujuan Whistle ini adalah untuk mengubah perawatan, pencegahan dan penelitian hewan peliharaan." Dia menambahkan, Whistle baru-baru ini mampu mencatat perputaran uangnya hingga US$ 6 juta dengan partisipasi dari Red Swan Ventures.

Mark43

Mark43 menciptakan software mobile bagi komunitas penegakan hukum. Menurut CEO dan co-founder Scott Crouch, ia dan rekan pendiri Flo Mayr dan Matt Polega terinspirasi oleh ide di Harvard, di mana mereka menciptakan suatu proyek bekerja sama dengan Kepolisian Negara Massachusetts.

"Ketika kami mulai bekerja dengan polisi, kita melihat bahwa perangkat lunak penegak hukum pada umumnya adalah sekitar 20 tahun lalu," katanya.

"Masyarakat kewirausahaan dan teknologi telah benar-benar lupa responden pertama kami. Dari situ, mereka sudah sepantasnya mendapatkan teknologi terbaik, dan kami ingin memberikannya kepada mereka."

Mark43 telah mengumpulkan modal US$ 2 juta hasil investasi dari perusahaan-perusahaan seperti Spark Capital, General Catalyst, Lowercase Capital dan SV Angel. Perangkat lunak ini sudah digunakan di California dan Massachusetts dan dijadwalkan untuk memperluas ke bagian lain dari Amerika Serikat pada musim gugur 2014. Bersambung..
Halaman 2 dari 6
(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads