Penggunaan e-Toll Card dan e-Toll Pass dalam transaksi di gerbang tol belum efektif. Akibatnya antrean panjang masih. Apa yang dilakukan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebagai salah satu operator jalan tol?
Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, David Wijayatno mengakui penggunaan e-Toll Card dan e-Toll Pass di Gerbang Tol Otomatis (GTO) masih minim. Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk menggunakan salah satu bentuk transaksi non tunai tersebut.
"Kita memang arahnya ke sana, tapi bertahap. Kita akan memperbanyak gardu non tunainya, tapi bertahap," kata David saat dihubungi detikFinance, Senin (15/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita targetkan akan kita perbanyak non tunainya. Tidak bisa sekaligus dipaksakan akan begitu, kita bertahap akan menambah terus," katanya.
Sistem transaksi non tunai dengan teknologi On Board Unit (OBU) yang sekarang, lanjut David, memang kurang efektif dalam menghemat waktu transaksi. Kendaraan harus memperlambat kecepatan menjadi 10 km/jam sehingga sistem bisa merekam transaksi.
David mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian untuk menerapkan teknologi yang lebih baik sehingga kendaraan tak perlu melambatkan lajunya. Harganya pun lebih terjangkau.
"Kita melakukan kajian untuk membuat transaksi non tunai agar lebih cepat. OBU-nya lebih murah murah. Itu bisa sampai 50-60 km/jam. Diharapkan jauh lebih murah dibanding yang sekarang. Diharapkan bulan depan sudah uji coba," jelasnya.
Apakah Anda punya pengalaman bertansaksi non tunai di jalan tol? Apakah memilikinya membuat transaksi di tol menjadi lebih mudah dan nyaman? Ceritakan pengalaman Anda melalui e-mail ke alamat redaksi@detikfinance.com.
(mkl/hds)










































