Bandara lebih dari satu di sebuah kota sudah diterapkan di negara-negara maju seperti London (Inggris), New York (Amerika Serikat), hingga Tokyo (Jepang). Untuk Jakarta, idealnya di mana lokasi bandara baru itu?
Direktur Kebandarudaraan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono memandang, idealnya bandara baru tersebut dibangun di daerah Karawang, Jawa Barat. Wilayah ini dipilih karena merujuk pada kajian awal oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, kelanjutan pengembangan bandara baru ini tergantung kepada pemerintahan baru pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Meski demikian, kajian tuntas atau feasibility study tetap berjalan. Ditargetkan hasil feasibility study proyek bandara di Karawang akan keluar pada akhir 2014.
"Ini sedang dibuat oleh Tim JICA. Masterplan-nya selesai sebelum akhir tahun 2014, sedangkan keputusan jadi dibangun atau tidaknya menunggu pemerintahan baru," jelasnya.
Konsep awal bandara baru di Karawang akan mengusung eco airport. Artinya meski ada bandara, kawasan tersebut akan mengedepankan konsep bangunan ramah lingkungan. Proyek bandara ini akan dibangun melalui tiga tahap.
Sesuai Perda No 19/2004 tentang RTRW Karawang, lokasi yang dipilih JICA sebagai tempat pembangunan bandara dicanangkan untuk perluasan kawasan industri. Lokasi yang dipilih JICA juga sebagian besar merupakan kawasan hutan milik Perum Perhutani di Karawang Selatan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya wacana untuk membangun bandara baru di atas proyek giant sea wall. Rencananya, bandara ini akan diberi nama Bandara Ali Sadikin.
Namun, Pemprov DKI Jakarta belum membicarakan rencana ini dengan Kemenhub. "Belum pernah diajukan secara resmi dan belum pernah dikaji airspace capacity-nya dengan Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lainnya sehingga belum bisa komentar," kata Bambang.
(feb/hds)










































