Ide Bisnis Kreatif Bernilai Miliaran Rupiah (2)

Ide Bisnis Kreatif Bernilai Miliaran Rupiah (2)

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2014 11:04 WIB
Ide Bisnis Kreatif Bernilai Miliaran Rupiah (2)
Foto: CNBC
Jakarta - Ide kreatif bisa berbuah manis. Banyak perusahaan yang awalnya hanya sebuah ide sederhana tapi lama-lama bisa menghasilkan uang hingga miliaran rupiah.

Tahun lalu CNBC merilis daftar perusahaan swasta baru tandingan Grup Apple. Dalam daftarnya ada Twitter, BuzzFeed dan Spotify, dan perusahaan-perusahaan lain kemungkinan bisa menandingi Apple.

Tahun ini, CNBC.com memilih 500 nominasi bisnis baru yang kreatif dan inovatif. Dari angka tersebut terpilih 50 perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 10 perusahaan merupakan pencipta konsep asli yang telah mendapat jutaan dolar alias miliaran rupiah . Berikut daftarnya seperti dikutip detikFinance dari CNBC, Senin (15/9/2014).



Telepigeon

Orang yang mendekam di penjara menghadapi banyak tantangan. Kesepian. Malu. Menunggu. Itu mungkin hal terburuk dari semua, dan bisa menghabiskan biaya panggilan telepon. Telepigeon mungkin tidak mampu berbuat banyak tentang tiga masalah pertama, tapi mereka unggul dalam menekan biaya panggilan telepon turun sebanyak 70%.

Teman dan keluarga narapidana disediakan nomor telepon lokal yang dapat digunakan untuk menghubungi orang-orang tercinta di penjara. Dalam hal tahanan tersebut dipindahkan ke fasilitas lain, pengguna dapat mengubah nomor lokal segera dan tanpa biaya. Perusahaan ini didukung oleh Pigeonly, sebuah teknologi start-up yang didirikan oleh CEO Frederick Hutson, yang juga mantan narapidana.

Xenex

Infeksi bisa didapat di rumah sakit dan dapat menyerang pasien yang sedang dalam perawatan medis. Ketika staf rumah sakit tidak melakukan pekerjaan dengan baik dari menjaga sanitasi lingkungan, kadang-kadang membuat pasien malah lebih parah.

Xenex bisa mendeteksi masalah ini. Didirikan pada tahun 2008 oleh ahli epidemiologi Mark Stibich dan Julie Stachowiak, menggunakan teknologi ultraviolet untuk dekontaminasi fasilitas medis. Hampir 200 rumah sakit AS kini menggunakan sistem kamar desinfeksi, menurut situsnya. Sampai saat ini telah Xenex mengumpulkan lebih dari US$ 11 juta dalam modal ventura dari investor seperti Richard Yoo dan Battery Ventures.

Rap Genius

Dulu, orang tua hanya memperkenalkan lagu-lagu pop bagi nak-anak. Nah, sebelum itu sudah diperkenalkan lebih dulu soal lirik lagu "Let's Spend the Night Together," and sekarang para orang tua memperkenalkan lagu "Wiggle (Big Fat B**t)". Saat ini ada Rap Genius, sebuah situs web yang menawarkan hip-hop lirik untuk kepentingan penggunanya.

Melalui situs ini telah terkumpul dana US$ 15 juta dari perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, dan mereka saat ini mendapatkan 30 juta pengunjung per bulan. Perusahaan saat ini mempekerjakan dan menawarkan tunjangan seperti kesehatan, gigi dan manfaat visi bersama.

d.light Desain

d.light Desain didirikan pada tahun 2007 oleh mantan mahasiswa Stanford Design School Sam Goldman dan Ned Tozun. Goldman baru saja kembali ke AS dari Afrika, di mana ia melihat langsung kondisi berbahaya dalam negara berkembang yang masih tanpa listrik. Terinspirasi oleh pengalaman, kedua orang tersebut mengembangkan lentera surya prototipe dan berjanji untuk membuat produk lampu terbarukan yang tersedia di seluruh dunia.

Saat ini produk bertenaga surya perusahaan tersebut tersedia di lebih dari 40 negara. Ini menjadi berita utama pada bulan Februari ketika perusahaan ini mendapatkan pinjaman sebesar US$ 11 juta pembiayaan Seri C, dengan total sebesar US$ 40 juta yang diperoleh dari investor secara keseluruhan.

Grouper

Banyak kencan yang berakhir cukup menyebalkan. Canggung, berkeringat, saling diam, itu adalah pengalaman beberapa orang yang pernah kencan. Para pendiri Grouper, yang menyebut dirinya "ahli dalam malam yang mengagumkan," telah memutuskan untuk mengatasi hal-hal di atas dengan mengubahnya menjadi sebuah latihan di mana dua kelompok dengan keanggotaan tiga teman masing-masing bertemu dan berbaur.

Sebuah klub sosial yang menghubungkan kelompok-kelompok orang di berbagai kota, Grouper mengharuskan peserta mengajukan permohonan keanggotaan. Setelah itu disetujui dan teman-teman anggota telah diterima, dibentuklah geng, di mana kelompok A bertemu kelompok B di lokasi yang telah dipilih perusahaan. Sisanya terserah daters, yang ditegaskan hanya perlu muncul dalam kencan yang telah dijadwalkan. Sampai saat sudah banyak keanggotaan ini namun tidak diungkapkan secara pasti dari pembiayaan modal ventura dari Y Combinator, SV Angel dan Harrison Metal.
Halaman 2 dari 6
(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads