Demikian pengalaman yang dikisahkan pembaca detikFinance bernama Rudy. Menurut warga Semarang ini, mobil tetap harus berhenti sehingga tidak berbeda dengan transaksi tunai.
"Pengalaman mengecewakan di tol Semarang saat bertransaksi menggunakan kartu e-Toll adalah menjadi lebih lambat dari bayar tunai. Penyebabnya, saat menggesek kartu, mobil tetap saja berhenti sama seperti transaksi tunai," sebutnya dalam surat elektronik yang diterima Selasa (15/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Card reader-nya sering susah membaca kartu. Lebih cepat membayar tunai karena biaya tol Rp. 2.000, di mana dibutuhkan waktu 3-5 detik dengan uang pas," kata Rudy.
Jika menggunakan non tunai, tambah Rudy, butuh waktu 10-30 detik. "Kalau lancar membutuhkan waktu 10 detik. Jika card reader-nya tidak bisa langsung membaca, butuh 30 detik," ungkapnya.
Pembaca bernama Ikhwanto menuturkan masalah serupa. Selain card reader, ada masalah yang menyebabkan transaksi di GTO terhambat.
"Pengalaman yang paling membuat saya sebal ketika menggunakan e-Toll Card adalah ketika ada kendaraan yang ikut antre di lajur e-Toll. Padahal dia tidak mempunyai e-Toll Card atau saldonya tidak mencukupi," cetus Ikhwanto.
Ketika itu terjadi, lanjut Ikhwanto, adalah portal tidak bisa terbuka. "Ini menyebabkan antrean terhenti karena kendaraan tidak bisa maju atau mundur," ujarnya.
Oleh karena itu, Ikhwanto menyarankan sejumlah hal. Pertama adalah perbanyak GTO, terutama pintu pintu tol yang ramai.
Kedua adalah tombol bantuan pada mesin e-Toll sehingga jika ada pengemudi yang mengalami kesulitan dapat segera dilayani dan diberikan solusi.
"Misalnya petugas membukakan pintu portal otomatis menggunakan kartu milik pengelola dan kemudian pengemudi disuruh menepi dan membayar dengan uang cash," kata Ikhwanto.
(hds/ang)











































