Demikian dikemukakan Chaslar, salah seorang pembaca detikFinance yang merupakan pengguna e-Toll Pass. Untuk membeli e-Toll Pass, dia mengaku tidaklah sulit.
"Saya membeli alat e-Toll Pass ini melalui online shop, dan dibayar cicil selama 6 bulan melalui kartu kredit. Setelah saya isi kartu e-money dengan sejumlah rupiah via ATM, alat e-Toll Pass sudah berfungsi," tuturnya dalam surat elektronik yang diterima Senin (15/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasakan sangat bermanfaatnya alat e-Toll Pass ini. Kita tidak perlu mengeluarkan tangan lewat jendela mobil, karena palang otomatis terbuka ketika mobil kita mendekati palang," katanya.
Salah satu manfaat yang paling terasa, ujar Chaslar, adalah kala musim hujan. Percikan air yang kadang sampai ke gerbang tol tidak perlu jadi kekhawatiran.
"Di musim hujan sangat bermanfaat. Kita tidak perlu berbasah-basahan terkena hujan," sebutnya.
Pembaca lain bernama Dipa mengemukakan hal senada. Menurutnya terlalu dini untuk menilai program e-Toll Card maupun e-Toll Pass telah gagal.
Dipa menilai, transaksi non tunai di jalan tol adalah cara yang paling tepat untuk mengurai antrean di gerbang tol. "Saya rasa kita semua setuju bahwa kunci untuk mengurangi kemacetan adalah dengan menekan waktu transaksi," katanya.
Bahwa masyarakat belum banyak yang menggunakan e-Toll Pass dan e-Toll Card, lanjut Dipa, memang sebuah isu yang harus segera diatasi. Dia menyebutkan tidak ada salahnya pengelola jalan tol belajar teknik pemasaran.
"Mungkin dalam hal ini pihak pengelola jalan tol kita nampaknya memang tidak dilengkapi dengan skill pemasaran. Marketing strategy tentunya harus disesuaikan dengan pola masyarakatnya dan dilakukan secara strategis, konsisten, dan terencana. Saya rasa tidak ada salahnya untuk melengkapi skill pemasaran ini, baik dari pihak internal ataupun dari pihak eksternal agar program ini bisa sukses," jelasnya.
Oleh karena itu, Dipa berharap pengelola jalan tol dan penyedia kartu non tunai tidak putus asa. "Jangan berhenti mengalihkan gerbang tol menjadi GTO (Gerbang Tol Otomatis) dan jangan putus asa dengan ‘kegagalan’ yang ada. Terus berkreasi untuk menyukseskan hal ini," jelasnya.
(hds/dnl)











































