Ini Pengalaman e-Toll Card di Negara-negara Maju

Ini Pengalaman e-Toll Card di Negara-negara Maju

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2014 16:23 WIB
Ini Pengalaman e-Toll Card di Negara-negara Maju
Jakarta - Di Indonesia, penggunaan transaksi non tunai seperti e-Toll Card di gerbang tol belum terlalu populer. Mayoritas pengguna jalan tol masih lebih memilih bayar pakai uang tunai, yang lebih banyak makan waktu.

Seorang pembaca detikFinance bernama Rudyanto mencoba memberikan saran. Dia berbagi pengalamannya kala di Amerika Serikat (AS).

"Supaya e-toll sukses, solusinya gampang. Tarif tol dengan e-toll dibuat lebih murah, atau yang bayar tunai menjadi lebih mahal. Jadi ada dua tarif tol. Pengalaman saya di Amerika demikian," paparnya dalam surat elektronik, Senin (15/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan begitu, Rudyanto meyakini akan semakin banyak yang memilih menggunakan e-Toll Card. "Orang Indonesia kan senang yang lebih murah," ujarnya.

Pembaca lainnya bernama Norman menceritakan pengalamannya di Australia. Di sana, rata-rata setiap negara bagian mempunyai pengelola tol masing-masing.

"Misalnya di Victoria, ada Citylink dan mereka memiliki dua sistem pembayaran yaitu account dan pass. Account adalah dengan On Board Unit (OBU) seperti e-Toll Pass di Indonesia. Sementara pass adalah dengan berlangganan untuk beberapa hari atau minggu," tuturnya.

Jika seseorang tidak punya account atau pass, lanjut Norman, akan dikirimi surat untuk membayar biaya tol dan biaya administrasi.

"Kalau masih tidak bayar, akan dikenai denda. Ini system yang mudah karena STNK yang teratur dan regulasi kepemilikan kendaraan yang jelas," paparnya.

(hds/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads