Seorang pembaca detikFinance bernama Rudyanto mencoba memberikan saran. Dia berbagi pengalamannya kala di Amerika Serikat (AS).
"Supaya e-toll sukses, solusinya gampang. Tarif tol dengan e-toll dibuat lebih murah, atau yang bayar tunai menjadi lebih mahal. Jadi ada dua tarif tol. Pengalaman saya di Amerika demikian," paparnya dalam surat elektronik, Senin (15/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembaca lainnya bernama Norman menceritakan pengalamannya di Australia. Di sana, rata-rata setiap negara bagian mempunyai pengelola tol masing-masing.
"Misalnya di Victoria, ada Citylink dan mereka memiliki dua sistem pembayaran yaitu account dan pass. Account adalah dengan On Board Unit (OBU) seperti e-Toll Pass di Indonesia. Sementara pass adalah dengan berlangganan untuk beberapa hari atau minggu," tuturnya.
Jika seseorang tidak punya account atau pass, lanjut Norman, akan dikirimi surat untuk membayar biaya tol dan biaya administrasi.
"Kalau masih tidak bayar, akan dikenai denda. Ini system yang mudah karena STNK yang teratur dan regulasi kepemilikan kendaraan yang jelas," paparnya.
(hds/ang)










































