detikFinance sempat menyambangi bandara penyandang predikat bandar udara terbesar dan termegah di kawasan timur Indonesia yang semula disebut New Sepinggan ini, Senin (15/9/2014).
Menapak pertama kali setelah terbang kurang lebih 2 jam dan 30 menit dari Jakarta, rombongan langsung disambut oleh garbarata putih bersih yang dilengkapi kaca lebar bening berwana hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari garbarata ini dapat terlihat jendela-jendela besar berbentuk setengah tabung berwarna senada dan kombinasi dinding-dinding berbentuk garis membuatnya tampak modern sekaligus elegan.
Kombinasi dinding dan kaca tersebut merupakan sisi muka area terminal seluas 110.000 m2 yang langsung menghadap ke apron seluas 140.900 m2 dengan deretan pesawat dari berbagai maskapai, bukan hanya dari dalam maupun luar negeri. Maklum, bandara ini adalah satu dari banyak bandara internasional yang dimiliki Indonesia.
Dengan kombinasi tampilan muka tersebut, predikat modern eco-airport ini jelas terasa kuat. Sinar matahari bebas menerobos masuk namun tidak menyilaukan lantaran warna hijau pada kaca berhasil meredam efek panas matahari.
Penerangan dengan sinar mata hari ini mampu menjangkau hingga ke bagian dalam bandara lantaran terpantul oleh sisi dinding dan lantai yang diatur berwarna serba putih.
Perjalanan dilanjutkan ke area yang lebih dalam. Kali ini adalah area terminal. Garbarata tadi ternyata menghubungkan pesawat dengan lantai dua bagian gedung terminal 3 lantai ini. Memasuki area kedatangan, sebuah lukisan penari wanita Dayak langsung menarik perhatian siapapun yang melewatinya.
Pada lukisan yang membentang lebar di sisi dinding terminal kedatangan ini juga tersemat kata "Welcome". Jelas bandara ini berusaha menjalankan fungsinya sebagai bandara internasional.
Berjalan lebih ke dalam, area yang cukup luas ini masih bertema serba putih. Membuat ruangan cukup terang dengan hanya mengandalkan cahaya matahari yang masuk tadi.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Tommy Soetomo, dalam keterangan tertulisnya menyebut, penerapan desain ini ditujukan untuk menciptakan penghematan energi dalam jumlah besar di siang hari khususnya untuk penerangan.
"Penerapan manajemen energi juga dilakukan dengan pemanfaatan sinar matahari untuk pencahayaan. Selain itu, konsep eco building juga diterapkan dengan penggunaan LED (Light Emiting Diode) serta recycling water," tuturnya, dalam keterangan yang diterima di hari yang sama.
Berjalan lurus, tersedia pintu dengan meja pelayanan di sebelah kiri yang berfungsi melayani para penumpang yang ingin melanjutkan penerbangan atau yang umum dikenal dengan istilah transit.
Maju lagi sedikit, mata dimajakan dengan satu area terbuka di sebelah kiri yang menghubungkan antara lantai 1, 2 dan 3. Yang inik, dari bagian ini dapat terlihat aneka tanaman yang ditanam di lantai dasar bangunan ini. Seluruhnya adalah tanaman hidup, salah satunya berjenis Palem yang batangnya menjulang tinggi hingga bisa dinikmati di lantai paling atas.
Perjalanan berlanjut ke bagian sebelah kanan area terminal kedatangan ini yang langsung terhubung dengan eskalator menuju lantai dasar. Setelah tiba ke lantai dasar, pemandangan yang tak kalah menarik telah menanti.
Ada area pengambilan bagasi yang memang banyak dijumpai di berbagai bandara besar lain di tanah air. Dilengkapi dengan mesin yang membawa barang-barang para penumpang berputar menunggu diambil pemiliknya. Tak jauh dari mesin tersebut ada pula deretan kereta dorong atau trolley untuk memudahkan barang berat-berat para penumpang diangkut ke luar bandara.
Tapi, ada yang menarik dari area ini. Penumpang yang menanti barangnya bagasinya tiba dijamin tidakjenuh karena ditemani sebidang area dengan berbagai tanaman eksotis yang juga sengaja ditanam.
Bagi penumpang yang tidak menggunakan bagasi, dapat segera berbelok ke kanan setelah menuruni tangga. Arah ini langsung menuju area mall yang menjadi kebanggan bandara ini.
Menuju mall, mata kembali dimanjakan oleh pemandangan serba hijau menyegarkan tanaman-tanaman eksotis yang sengaja di tanam. Ternyata, area ini adalah area terbuka yang sebelumnya dapat terlihat dari lantai dua dan tiga.
"Jika kita berjalan ke dalam terminal, terdapat penggunaan tanaman hidup untuk dijadikan taman di berbagai sudut ruangaan," tutur dia.
Setelah melewati selasar berlantai kayu warna coklat di tengah area yang mirim hutan buatan tersebut, tiba lah saatnya melewati pintu yang menghubungkan b andara dengan area komersial seluas 33.000 m2.
Namun, menikmati kesan mall yang modern tampaknya masih harus bersabar. Karena, area ini belum beroperasi sepenuhnya. Tak tampak keriuhan layaknya pusat hiburan dan belanja yang disebut "mall" seperti yang dijanjikan.
Area koersial ini menghubungkan bandara dengan pintu keluar. Setibanya di pintu keluar, pemandangan pertama adalah lorong teduh yang dilewatik kendara roda empat yang lalu lalaung menjemput para penumpang.
Pada area ini, nuansa eco-airport masih cukup terasa. Sinar matahari masih bisa masuk menelusup melalui celah-celah yang memang sudah diatur. Dari celah-celah masuknya cahaya, tampak pula batang-batang tanaman rambat menyembul. Membuat bangunan ini seolah menyatu dengan tanaman-tanaman yang ditanam di sekelilingnya.
Sambil menunggu kendaraan penjemputnya tiba, para penumpang dapat memanfaatkan area makan atau food court yang terletah hampir di sepanjang lorong ini.
Adapun, area yang dihubungkan oleh lorong ini adalah gedung parkir empat lantai yang mampu menampung hingga 2.300 unit kendaraan.
Untuk membangun bandara baru yang telah beroperasi sejak 22 Maret 2014 lalu ini, dibutuhkan investasi pembangunan dengan nilai mencapai mencapai Rp 2 triliun.
"Sebelum pengembangan, bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur ini telah mengalami over capacity. Dengan kapasitas hanya 1,7 juta penumpang per tahun, bandara ini telah melayani 7,1 juta penumpang di tahun 2013, tumbuh 16% dibanding tahun 2012 yang berjumlah 6,4 juta penumpang," kata dia..
Bandara yang mampu menampung 15 juta penumpang per tahun ini dioperasikan dengan metode manajemen yang modern. "Hal yang utama adalah pengaplikasian Airport Operation Database (AODB), serta teknologi hold baggage screening (HBS) level 4 yang canggih," pungkasnya.
Hal terakhir dalam kunjungan ini adalah meninggalkan bandara dengan mall pertam yang ada di Indonesia ini.
Dari Jalan Marsma R Iswahyudi, Kota Balik Papan yang terletak tepat di depan bandara, tampak jelas fasad atau bagian muka Bandara Sultan Aji Muhamad Sulaiman Airport.
Bangunan modern ini terlihat sangat dinamis dengan kombinasi bagian bangunan yang mengusung garis tegas berpadu dengan bagian setngah tabung di beberapa sisinya.
Area parkir 4 lantai tadi juga terlihat dinamis dengan dinding tegas berwarna putih yang tertutup tanaman-tanaman merambat.
"Hal ini akan menciptakan pengalaman yang unik di dalam bandara bagi para pengunjung, sekaligus sebagai upaya kami dalam meningkatkan level of service kepada pengguna jasa bandara," pungkas Tommy.
(ang/ang)











































