"Gaji belum dibayar oleh manajemen selama 17 bulan. Kedua pembayaran pesangon sebagai karyawan yang di-PHK. Terus menuntut pembayaran gaji di atas UMK. Selanjutnya adalah adanya PHK sepihak dan nggak sesuai prosedur," kata Ketua II Serikat Karyawan PT Kertas Leces, Asmawi kepada detikFinance, Selasa (16/9/2014).
Asmawi datang bersama belasan karyawan Kertas Leces dari Probolinggo, Jawa Timur. Karyawan sebetulnya sudah sering menyuarakan pendapatnya, namun hingga kini belum memperoleh kejelasan tentang pembayaran gaji hingga pesangon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asmawi ternyata tidak sendiri. Sebanyak 1.200 karyawan Kertas Leces yang masih aktif juga belum memperoleh gaji. Untuk memenuhi kehidupan, karyawan bergantung pada usaha serabutan sampai memintam utang ke rentenir.
"Teman-teman bertahan hidup dengan cara istri bekerja, hidup dari utang ke rentenir atau bank harian," jelasnya.
Rencananya rombongan karyawan Kertas Leces akan bergabung bersama 300-an karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Karyawan Merpati juga akan menggelar aksi di Gedung DPR, karena sudah 9 bulan belum memperoleh gaji. Pada 18 September nanti, karyawan Kertas Leces dan Merpati berencana melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta.
"Sekarang mau temuin ke Komisi VI bersama Merpati. Kebetulan kita nasibnya sama," ujar Asmawi.
Dari pantauan detikFinance, terlihat puluhan aparat kepolisian berseragam dinas dan sipil serta dibantu petugas keamanan DPR telah berjaga-jaga di dalam dan luar gedung. Ada juga poster dari karyawan Kertas Leces yang bertuliskan tuntutan.
(feb/dnl)











































