Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan, hambatan utama tol Balikpapan-Samarinda yaitu ketersediaan lahan kini sudah terselesaikan.
Ada pun bila telah terhubung seluruhnya, jalan tol ini akan menghemat waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda menjadi 1 jam 15 menit dari sebelumnya 2 jam 15 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total jalan tol sepanjang 99,2 km ini, sepanjang 36 km sudah terbangun. Namun belum bisa dioperasikan.
Berdasarkan pantauan detikFinance, pada ruas jalan tol Seksi 1 yang dibangun dari Balikpapan hingga Samboja, baru konstruksi jalan yang sudah terbangun. Kelengkapan jalan seperti rambu, marka jalan, dan lampu penerangan belum tampak keberadaannya.
Sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No 567/KPTS/M/2010, jalan tol Balikpapan-Samarinda terbagi atas 5 seksi meliputi:
- Seksi 1 terdiri dari KM 13 Balikpapan-Samboja.
- Seksi 2 terdiri dari Samboja-Palaran I.
- Seksi 3 terdiri dari Samboja-Palaran II.
- Seksi 4 terdiri dari Palaran-Jembatan Mahkota.
- Seksi 5 terdiri dari KM 13 Balikpapan-Sepinggan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, dengan terhubungnya dua kota terbesar di Kalimantan Timur ini maka dapat mendorong percepatan pembangunan.
"Yang tadinya tidak efisien menjadi efisien. Kalau sudah efisien, semua investor akan berlomba-lomba untuk masuk. Pembangunan ekonomi Kalimantan Timur akan lebih cepat, lebih berakselerasi," papar CT, sapaan Chairul Tanjung.
(hds/hds)











































