Bangun Tembok Garuda 'Raksasa' di DKI Lebih Mudah daripada 'Dinding Laut' Korsel

Bangun Tembok Garuda 'Raksasa' di DKI Lebih Mudah daripada 'Dinding Laut' Korsel

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2014 16:35 WIB
Bangun Tembok Garuda Raksasa di DKI Lebih Mudah daripada Dinding Laut Korsel
Jakarta - Korea Selatan (Korsel) sejak 4 tahun lalu sudah punya tembok laut terpanjang di dunia berada di daerah Saemangeum. Di Indonesia, Pemda DKI Jakarta juga sedang menyiapkan proyek Giant Sea Wall serupa di Teluk Jakarta.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan BUMD DKI Jakarta lainnya disiapkan sebagai pemrakarsa proyek ini. Proyek ini sudah disampaikan kepada Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan untuk merealisasikan proyek ini memang tak mudah karena terkait dengan teknologi yang tinggi sehingga harus ada konsorsium BUMD dan swasta. Namun jika dibandingkan dengan 'dinding laut' Saemangeum, di Korsel, membangun Giant Sea Wall di Jakarta lebih mudah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengatakan dari tantangan bentangan alam, lokasi Teluk Jakarta yang akan menjadi lokasi tembok laut berbentuk burung garuda relatif lebih mudah daripada yang di Korsel.

"Dalam laut Jakata di lokasi burung Garuda hanya 10-15 meter, relatif tidak dalam, kalau di Korsel lebih dalam dan diperairan laut lepas," katanya kepada detikFinance, Selasa (16/9/2014)

Menurut Budi, lokasi dinding laut Saemangeum Korsel memiliki kondisi ombak yang lebih besar daripada kondisi ombak laut di Teluk Jakarta. Di Teluk Jakarta kondisi permukaan air laut relatif lebih tenang sehingga mempermudah proses konstruksi maupun kegiatan reklamasi.

Ia mengatakan meski relatif lebih mudah, pembangunan Giant Sea Wall di Jakarta harus membutuhkan investor swasta karena proyek ini bakal menelan dana triliunan rupiah. Pihak swasta yang ingin bergabung bisa menggarap proyek jalan tol, jembatan, pengelolaan air bersih dan lainnya.

"Mestinya gandeng swasta konsorsium, karena ini berkaitan dengan teknologi tinggi sekali," katanya.

Budi menambahkan proyek ini merupakan inisiatif Pemda DKI Jakarta yang mendapat dukungan dari pemerintan Belanda terkait bantuan teknis termasuk soal desain Giant Sea Wall di Teluk Jakarta. Ia optimistis proyek ini bisa direalisasikan karena di berbagai negara seperti Korsel sudah bisa dibangun dan beroperasi dengan baik.

"Ini lagi dibahas apa ini proyek daerah atau pusat, maka Jakpro dan beberapa BUMN sebagai pemrakarsa, ini belum ada keputusan, antara pusat dan daerah akan masih dibahas," katanya.

Sebagai catatan, bentang tembok laut di Korsel mencapai 33,9 km. Sedangkan di Teluk Jakarta kurang lebih rencananya dirancang mencapai 32 km.

"Panjangnya 32 km dari timur ke barat," kata Kepala Bagian Penataan Ruang Biro Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Benny Agus Candra beberapa waktu lalu.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads