Direktur Utama Djakarta Lloyd Arham S Torik mengatakan, rata-rata nilai kontrak yang didapatkan perseroan untuk mengirimkan batu bara adalah Rp 200.000 per ton.
"Ongkosnya Rp 200.000 per ton," katanya ditemui di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Selasa (16/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per bulan, BUMN ini akan mengangkut 40.000 ton batu bara untuk dijadikan bahan bakar pembangkit di Cilacap itu. "Jadi per kapal itu Rp 8 miliar. Tapi tergantung jarak," kata Arham.
Saat ini, lanjut Arham, Djakarta Lloyd memiliki tiga kapal besar dan delapan kapal tongkang yang siap mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke PLTU. "Dua kapal kami kerja sama operasi, satu milik sendiri," ujarnya.
Ke depan, Djakarta Lloyd juga sudah akan mendapat kontrak baru selama 5 tahun dari Adaro dan Berau Coal. Djakarta Lloyd akan mengangkut batu bara sebanyak 550.000 ton per tahun dari Adaro dan 350.000 ton per tahun dari Berau Coal.
"Kontraknya belum ditandatangani. Tapi kami sudah sepakat," kata Arham.
(zul/hds)











































