Ditugasi Garap Tol Sumatera 2.600 Km, Bos Hutama Karya Tak Terbebani

Ditugasi Garap Tol Sumatera 2.600 Km, Bos Hutama Karya Tak Terbebani

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2014 09:47 WIB
Ditugasi Garap Tol Sumatera 2.600 Km, Bos Hutama Karya Tak Terbebani
ilustrasi
Jakarta - I Gusti Ngurah Putra kurang lebih baru 1 bulan duduk di kursi orang nomor satu di PT Hutama Karya (Persero). Mantan Dirut PT Nindya Karya (Persero) ini langsung mendapat tugas berat menyambungkan daratan Pulau Sumatera dengan jaringan jalan tol sepanjang 2.600 km.

Apakah pria kelahiran Gianyar 30 Juli 1959 tersebut merasa terbebani?

"Mestinya nggak, karena Perpres ini nggak boleh membebani Hutama Karya," katanya kepada detikFinance kala ditemui di kantornya, Senin (15/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Putra, sebagai petinggi BUMN ia harus siap dengan segala tugas pemerintah. Apalagi Tol Trans Sumatera sangat penting bagi perekonomian di Sumatera.

Namun di sisi lain, proyek ini tak layak secara bisnis. "Jika secara finansial nggak layak, maka tugas BUMN untuk me-leverage ekonomi di daerah itu. Kalau layak dikasih swasta. Kalau setengah layak joint, kalau nggak layak pure pemerintah," jelas Putra.

Ia menambahkan dari 23 ruas Tol Trans Sumatera, semuanya tidak layak secara bisnis dan finansial. Menurutnya jika tol ini menggiurkan secara bisnis, maka sudah pasti sejak lama digarap oleh pihak swasta.

"Saya rasa nggak ada yang layak secara financial. Internal Rate of Return (IRR) yang paling tinggi adalah 12%, sementara bunga bank sekarang 14%. IRR-nya terlalu rendah," ungkapnya.

(hen/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads