Apakah pria kelahiran Gianyar 30 Juli 1959 tersebut merasa terbebani?
"Mestinya nggak, karena Perpres ini nggak boleh membebani Hutama Karya," katanya kepada detikFinance kala ditemui di kantornya, Senin (15/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di sisi lain, proyek ini tak layak secara bisnis. "Jika secara finansial nggak layak, maka tugas BUMN untuk me-leverage ekonomi di daerah itu. Kalau layak dikasih swasta. Kalau setengah layak joint, kalau nggak layak pure pemerintah," jelas Putra.
Ia menambahkan dari 23 ruas Tol Trans Sumatera, semuanya tidak layak secara bisnis dan finansial. Menurutnya jika tol ini menggiurkan secara bisnis, maka sudah pasti sejak lama digarap oleh pihak swasta.
"Saya rasa nggak ada yang layak secara financial. Internal Rate of Return (IRR) yang paling tinggi adalah 12%, sementara bunga bank sekarang 14%. IRR-nya terlalu rendah," ungkapnya.
(hen/hds)










































