Proyek Tol Trans Sumatera Tahap Pertama Paling Cepat Bisa Rampung 2017

Proyek Tol Trans Sumatera Tahap Pertama Paling Cepat Bisa Rampung 2017

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2014 11:17 WIB
Proyek Tol Trans Sumatera Tahap Pertama Paling Cepat Bisa Rampung 2017
ilustrasi
Jakarta - Bagi masyarakat di Pulau Sumatera (selain di Medan) yang ingin segera menikmati jalan bebas hambatan (tol), nampaknya harus bersabar. Rencana pembangunan 2.600 km jalan tol di Sumatera masih memerlukan waktu panjang meski targetnya tuntas 2020. Saat ini memang di Pulau Sumatera sudah ada Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa.

Untuk ruas yang akan segera (akan groundbreaking) dibangun oleh Hutama Karya (HK) yaitu Ruas Palembang-Indralaya (22 km) ditargetkan bisa tuntas dalam waktu 2 tahun ke depan. Artinya jika tahun depan dimulai konstruksi, maka pada 2017 sudah bisa tuntas. Alasannya dari sekian 23 ruas tol Trans Sumatera hanya ruas ini yang lahannya sebagian sudah dibebaskan sepanjang 7 Km.

"Tahapannya setelah ada Perpres (Peraturan Presiden) kita surat ke Menteri PU mohon arahan. Tentang tarif dan sebagainya. Terus bergulir. Kalau design 22 Km (Palembang-Indralaya), itu 2 tahun selesai. Kalau dikroyok ramai-ramai bisa selesai," kata Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra kepada detikFinance ditemui di kantornya, Senin (15/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Optimisme ini bukan tanpa alasan, menurut Putra jika para BUMN saling bahu membahu maka tol Trans Sumatera cepat terealisasi. "Seperti tol Cipularang dikroyok ramai-ramai 65 km selesai 11 bulan. Tol atas laut (Bali) keroyokan 14 bulan," katanya.

Seperti diketahui, HK mendapat tugas dari pemerintah untuk mendanai, membangun hingga mengoperasikan 4 ruas dari 23 tol Trans Sumatera. Keempat ruas tersebut bakal menelan biaya investasi Rp 31,5 triliun. Khusus untuk ruas Palembang-Indralaya untuk kebutuhan lahan dan konstruksi totalnya mencapai Rp 3,6 triliun dan untuk Medan-Binjai Rp 1,6 triliun.
 
Tol Trans Sumatera total terdiri 23 ruas yang sepanjang 2.628 km. Ada 1.833 km utama dan 770 km sebagai koridor pendukung dan melewati semua provinsi di Sumatera. Total kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp 300 triliun.

(feb/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads