Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall berbentuk burung garuda di utara Jakarta baru akan dimulai setahun lagi. Namun, sudah banyak pengembang domestik dan asing yang berebut mendapatkan proyek konstruksi yang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) ini.
"Pasti sudah banyak yang mau. Ini proyek besar," tegas Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Budi Karya Sumadi kepada detikFinance, Rabu (17/09/2014).
Selain para pengembang lokal, banyak juga pengembang asing yang ingin merapat membangun konstruksi. Umumnya pola bisnis yang mereka lakukan adalah dalam bentuk konsorsium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Budi, proyek Giant Sea Wall terbagi menjadi 2 tahap yaitu tahap A dan B. Tahap A merupakan penggabungan pulau-pulau sebanyak 17 pulau. Sedangkan tahap B adalah pembangunan proyek Giant Sea Wall itu sendiri. Diharapkan para pengembang ini dapat mempercepat pembangunan Giant Sea Wall karena hubungannya business to business.
"Belum menetapkan model bisnisnya. Makanya kita sedang mengkaji lagi model bisnis seperti apa karena akan mempengaruhi tahapan pembangunan," jelasnya.
(wij/hds)











































