"Akan dibangun di pulau P dan Q di kawasan Marunda," ungkap Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Budi Karya Sumadi kepada detikFinance, Rabu (17/9/2014).
Budi menjelaskan, pembangunan Bandara Ali Sadikin tidak masuk ke tembok raksasa garuda. Namun jika bandara ini jadi dibangun, maka terintegrasi dengan 'Garuda Megah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya akan dibangun reklamasi 1.000 hektar lahan untuk proyek Bandara Ali Sadikin. Lahan ini nantinya diperuntukan untuk runway, pusat maintanance, dan keperluan penampungan penumpang.
Dengan adanya Bandara Ali Sadikin, proyek infrastruktur 'Garuda Megah' dinilai cukup lengkap.
"Fungsinya adalah bagaimana membuat sebuah danau besar yang bisa dijadikan sebagai danau pengumpul air yang berfungsi mengendalikan banjir, menyediakan air baku, dan pariwisata. Makanya kita butuhkan satu desain yang bagus. Selain ada Pelabuhan Tanjung Priok nanti dibangun pelabuhan hub Tanjung Priok lalu ada pelabuhan perikanan, dan pelabuhan antar pulau," papar Budi.
(wij/hds)











































