Dari dana penjualan tersebut, investor tol bisa mendapat dana segar untuk bisa membangun tol lainnya. Saat ini BUMN konstruksi, PT Hutama Karya (HK) akan mendapat penugasan pembangunan 4 dari 23 ruas tol Tran Sumatera.
"Pola pembangunan tol di Sumatera itu, yakni bangun dan jual. Hanya saja, jualnya jangan jauh-jauh ke BUMN juga. BUMN yang punya uang. Sebetulnya hal ini biasa terjadi di Tiongkok. Mengapa di tiongkok jalan tol pembangunannya sangat cepat ya karena menggunakan pola bangun-jual," kata Dahlan usai rapat pimpinan BUMN di Kantor Pusat Djakarta Lloyd, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil penjualan bisa dipakai lagi untuk membiayai ruas lain dari Tol Trans Sumatera. Tol Trans Sumatera memiliki 23 ruas dengan panjang sekitar 2.600 kilo meter sehingga membutuhkan dana sangat besar mendapai Rp 300 triliun.
"HK boleh mencari standby buyer yang sebaiknya BUMN juga, dalam hal ini Jasa Marga," sebutnya.
Sedangkan untuk proses konstruksi, Hutama Karya akan menggandeng BUMN jasa kontruksi lainnya, seperti: PT Wijaya Karya, PT PP, PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya. BUMN karya ini akan membantu membangun ruas-ruas tol yang ditugaskan kepada Hutama Karya. Sistem pembayaran proyek bisa dilakukan setelah proyek jadi.
"Palembang-Indralaya (22 km) katakan lah dikerjakan oleh Waskita sehingga begitu jadi diserahkan ke HK. Dari mana HK membayar Waskita? HK akan cari pinjaman dan mencari pinjaman tidak sulit karena dilindungi pemerintah," jelasnya.
Melalui skema kerjasama dengan BUMN lainnya, Hutama Karya bisa memulai 2 ruas yakni Medan-Binjai dan Palembang Indralaya.
"Kemudian, dalam satu minggu ini saya minta tanah PTPN II (ruas Tol Medan-Binjai) yang akan dilewati jalan tol sudah bisa diselesaikan sehingga pertengahan Oktober sudah bisa di groundbreaking dan langsung jalan," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) penugasan kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk menggarap tol Trans Sumatera. Rencananya akhir September atau awal Oktober 2014, Perpres penugasan Tol Sumatera bisa keluar. Pasca keluar, Hutama Karya bisa memulai pembangunannya atau groundbreaking.
(feb/hen)










































