"Semakin sulit bagi kita memperkirakan kapan terjadi krisis," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Alasannya, lanjut Agus, gejolak perekonomian bisa terjadi begitu cepat. Bahkan krisis di sebuah negara bisa menular dan menjadi krisis global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia, tambah Agus, sudah beberapa kali mengalami krisis. Pada 2008 dan 2013, sempat terjadi krisis akibat masalah yang menimpa Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Namun yang paling parah mungkin terjadi pada 1998.
"Setiap tahun terjadi krisis. Siap-siap untuk tahun 2015 ada kebijakan suku bunga The Fed, harus siaga benar kita menyikapinya," kata mantan Menteri Keuangan tersebut.
Menurut Agus, Indonesia bisa mengambil pelajaran dari berbagai krisis yang telah dilalui. Saat ini, kondisi Indonesia sudah lebih baik. Industri perbankan semakin solid dan cadangan devisa terus bertambah.
Indonesia mengalami peningkatan peringkat (rating) yang pesat dan berhasil mengungguli sejumlah negara seperti Turki dan Argentina. "Ketahanan suatu negara itu tergantung resiliensi pasar keuangannya," tutur Agus.
(mkl/hds)










































