Menurutnya, kendala dalam pembangunan infrastruktur nasional selama ini adalah masalah pembebasan tanah. "Hanya masalah tanah (pembebasan)," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (20/9/2014).
Ia berpendapat, meskipun saat ini telah ada peraturan baru untuk pembebasan tanah, yakni Undang-Undang Nomor 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Namun tidak akan berdampak siginifikan bagi lamanya proses pengadaan lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Armida S Alisjahbana mengakui hingga saat ini beberapa proyek masih terganjal sejumlah masalah.
Pihaknya berharap proyek infrastruktur yang saat ini masih dalam tahap pembangunan yang bersifat multiyears atau jangka panjang dapat dilanjutkan oleh pemerintah baru Jokowi-JK proyek akan terus dilanjutkan.
Ia berpendapat, akan lebih mudah melanjutkan proyek yang sudah ada ketimbang memulai proyek baru yang bahkan lahannya belum tersedia. “Kalau proyek pembangunan yang besar-besar kan multiyears,” kata Armida Alisjahbana.
Masih dalam keterangan sama yang dikutip, Bupati Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) Sultan H Khairul Saleh mengatakan, sinergi pemerintah pusat dan daerah dengan kalangan swasta perlu ditingkatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di dalam negeri.
Ia mengatakan, tanggung jawab pembangunan harus direalisasikan bersama-sama antara pemerintah dan swasta. Apalagi, lanjutnya, pembangunan infrastuktur memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit.
“Realiasasi program pembangunan dan aspek pembiayaan harus dipikul bersama-sama. Jika tidak, maka pembangunan infrastruktur di Indonesia akan tertinggal,” ujarnya.
Dengan pola kemitraan itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur tak hanya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), tapi juga membuka peluang investasi swasta.
"Dengan meratanya infrastruktur akan berdampak pada pembenahan dan peningkatan pembangunan daerah. Kondisi ini akan berdampak langsung pada perbaikan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
(ang/ang)











































