Garuda akan Buka Konektivitas Amsterdam-Lisabon

Laporan dari Lisabon

Garuda akan Buka Konektivitas Amsterdam-Lisabon

- detikFinance
Minggu, 21 Sep 2014 18:42 WIB
Garuda akan Buka Konektivitas Amsterdam-Lisabon
Dari kiri ke kanan: Suryo Bambang Sulisto (Ketua Kadin), Mulya Wirana (Dubes RI untuk Portugal), Emirsyah Satar (Dirut Garuda Indonesia)
Lisabon - PT Garuda Indonesia Tbk berkeinginan untuk memperlebar penerbangannya menuju Portugal dan kawasan-kawasan sekitarnya. Untuk merealisasikan ini, harus ada perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan Portugal.

Garuda akan bekerja sama dengan TAP Air (maskapai nasional Portugal) melakukan code share untuk membuka konektivitas Amsterdam-Lisabon.

Rencana ini disampaikan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar seusai mengikuti Business Forum di Hotel Ritz Four Season, Lisabon, Portugal, Jumat (19/9/2014). Pertemuan bisnis ini dihadiri oleh banyak pejabat dan pengusaha Portugal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami membahas konektivitas, bagaimana konektivitas antara Lisabon dan Jakarta bisa dilakukan. Garuda saat ini kan terbang ke Amsterdam, kemudian bagaimana bisa lanjut koneksi menuju Lisabon dengan TAP, dengan sistem code share ," kata Emirsyah.

Namun, untuk melakukan code share antara Garuda dengan TAP, lanjut Emirsyah, perlu ada pembahasan 'Air Service Agreement' antara pemerintah Indonesia dan Portugal. "Kami kemarin sudah bertemu dengan Kementerian Infrastruktur dan Transportasi, dan ini nanti perlu ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan kita," ujar dia.

Emirsyah yakin dengan adanya konektivitas Amsterdam-Lisabon yang dimiliki oleh Garuda dan TAP, maka aktivitas bisnis dan pariwisata bisa ditingkatkan. Saat ini, kata dia, pasar di Portugal memang masih rendah, tingkat kunjungan wisatawan Portugal ke Indonesia hanya ribuan orang per tahun.

"Pasar yang rendah ini karena konektivitas belum ada. Kita lihat ada dua kemungkinan, apakah the trade follow the ship atau the ship follow the trade," ujar dia.

Untuk merealisasikan ini, Emirsyah belum mematok tenggat waktunya. Sebab, harus ada tindak lanjut terlebih dulu dari Kementerian Perhubungan untuk membahas 'Air Service Agreement' dengan pemerintah Portugal, meski saat ini ada group agreement antara Uni Eropa dengan Asean.

(asy/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads