Kementerian Perhubungan bersama pemerintah Kabupaten Tambrauw provinsi Papua Barat, bekerjasama membangun bandara Werur. Bandara yang disebut peninggalan Perang Dunia II ini, akan dibuat bandara untuk penerbangan perintis.
"Pembangunan infrastruktur ini sangat penting agar bisa mendorong kelancaran akses, khususnya di bidang perhubungan udara pada seluruh masyarakat yang ada. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi khususnya di kabupaten Tambrauw," kata Bupati Tambrauw, Gabriel Assem dalam acara penangatanganan MoU dengan Kemenhub di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (22/9/2014).
Gabriel mengatakan, pemerintah kabupaten Tambrauw tak sanggup mengembangkan bandara ini menggunakan dana APBD. Itu sebabnya, pemerintah pusat diminta membantu untuk mengembangkan bandara yang ada di kabupaten tak jauh dari kawasan Raja Ampat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan yang juga Plt Dirjen Perhubungan Udara, Santoso Edi Wibowo menyebut, bandara ini akan mulai dibangun di 2015, dan diperkirakan akan selesai tiga tahun kemudian.
Pemerintah pusat akan membangun sisi udara seperti runway, taxi way, ATC, dan aspek teknis lain. Sedangkan pemerintah kabupaten bertugas untuk menyiapkan lahan dan membangun gedung terminal.
"Dengan MoU tadi, saya berharap dapat dipercepat. Saya berharap lahan yang akan digunakan tidak akan bermasalah di kemudian hari. Itu yang kami harapkan," katanya.
(zul/dnl)










































