Sekretaris Jenderal yang juga menjabat Plt Ditjen Perhubungan Udara, Santoso Edi Wibowo mengatakan, bandara ini akan dibangun di atas lahan seluas 200 hektar. Saat ini, tengah dilakukan proses pembebasan lahan.
"Kira-kira luasnya 200 hektar lebih," kata Santoso di acara MoU Pembangunan Bandara Werur, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggaran dari APBN sementara, kita sediakan Rp 300 miliar nanti baru dibangun di tahun 2015, tahap satu untuk sisi udara, runway dan taxiway, selesai sekitar 3 tahun. Kalau lahan sudah siap, baru kita kerjakan pembangunan fisik," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Tambrauw, Gabriel Assem mengungkapkan, pemerintah kabupaten dalam hal ini bertugas menyiapkan lahan dan membangun sisi udara berupa gedung terminal dan sarana prasarana lainnya.
"Totalnya Rp 9 miliar. Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan," katanya.
Bandara peninggalan Perang Dunia ke II ini akan menjadi alternatif bandara menuju ke Raja Ampat, Papua Barat. Pembangunan bandara yang nantinya baru bisa menampung pesawat berukuran kecil ini di tahun depan dan selesai tiga tahun kemudian.
(zul/dnl)











































