Puluhan Tahun Perusahaan Thailand Mencuri Ikan di Laut Indonesia

Puluhan Tahun Perusahaan Thailand Mencuri Ikan di Laut Indonesia

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2014 15:17 WIB
Puluhan Tahun Perusahaan Thailand Mencuri Ikan di Laut Indonesia
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di lautan Indonesia oleh perusahaan Thailand diperkirakan terjadi sejak lama. Modusnya, memanfaatkan celah lemahnya aturan pemerintah.

Kepala Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yon Vitner mengungkapkan, karena lamanya praktik ini dilakukan, beberapa cukong ikan Thailand pandai berbahasa Indonesia.

"Begini, dulu kapal saya (kapal pengawasan laut) ditabrak oleh kapal nelayan Thailand. Saya konsultasi, lalu saya tanya Bapak berapa lama di sini? Orang Thailand itu sudah bisa berbahasa Indonesia dan menjawab sudah 12 tahun. Jadi praktik ini sudah terjadi lama," kata Yon saat ditemui di kantor Kadin Kuningan, Jakarta, Senin (22/09/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengakuan Yon, orang Thailand yang pernah ditangkap dan lancar berbahasa Indonesia itu bertugas sebagai pengatur lalu lintas kapal Thailand, yang hilir mudik menangkap ikan di lautan Indonesia. Setelah itu, ikan didaratkan di pelabuhan asal keberangkatan, lalu dibongkar muat dan dikirim ke Thailand.

"Saya pikir orang yang saya tangkap itu orang Jawa. Lalu saya bilang tugas Bapak apa? Dia jawab mengatur lalu lintas kapal kami. Kami punya kewajiban hanya mendaratkan di pelabuhan kami berangkat. Oh benar dia, jadi ada celah di kita," imbuhnya.

Kelemahan lainnya menurut Yon adalah, syarat untuk mendapatkan izin berlayar dan menangkap ikan di lautan Indonesia cukup mudah. Sehingga tidak jarang, banyak kapal asing yang masuk dan menangkap ikan di laut Indonesia.

"Orang itu punya 2 kapal besar yang mendapatkan izin menangkap di kita. Syaratnya juga mudah mereka penuhi seperti penggunaan ABK (Anak Buah Kapal) kita 40%. Jadi dia penuhi dan nelayan kita bekerja di sana," cetusnya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads