Ini Wilayah-wilayah yang Rawan Pencurian Ikan di Indonesia

Ini Wilayah-wilayah yang Rawan Pencurian Ikan di Indonesia

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2014 15:37 WIB
Ini Wilayah-wilayah yang Rawan Pencurian Ikan di Indonesia
Jakarta - Sejumlah wilayah laut di Indonesia kerap menjadi 'korban' aksi penangkapan ikan ilegal (illegal fishing). Potensi tindakan illegal fishing paling besar terjadi di wilayah timur Indonesia dan daerah perbatasan.

"Yang potensial di daerah perbatasan. Laut Arafura atau Ambon itu agak unik karena subur dan ikan tumbuh dengan baik. Jadi Arafura satu," ungkap Kepala Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yon Vitner, saat ditemui di kantor Kadin Kuningan, Jakarta, Senin (22/9/2014).

Selain laut Arafura, laut Natuna di Sulawesi dan selat Makassar juga menjadi sasaran empuk penangkapan ikan secara ilegal oleh nelayan Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian di Laut Natuna, lalu di Utara Morotai dan Sulawesi itu rumpun (alat pancing) nelayan Thailand banyak sekali di sana. Jadi rumpun itu besi panjang untuk mancing ikan tuna besar kecil diambil semua. Kita tidak punya pengawasan di sana," imbuhnya.

Sedangkan di barat Indonesia, konsentrasi penangkapan ikan secara ilegal dilakukan di Selat Malaka dan Laut China Selatan, hingga Perairan Pulau Anambas.

"Negara-negara yang banyak menangkap ikan kita secara ilegal itu Thailand, Filipina di utara, Vietnam, dan Selat Malaka itu Malaysia biasa menangkap ikan kita," sebutnya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads